7 Photos
Serunya Gubernur-LPS Bicara Keuangan di Lampung Financial Festival
Ekonomi Lampung tumbuh 5,29%, tertinggi kedua di Sumatra. LPS, DPR, dan Unila soroti pentingnya literasi keuangan generasi muda di tengah digitalisasi.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal membuka Lampung Financial Festival 2026 di Hotel Novotel, Bandar Lampung, Sabtu (5/9/2026). Dalam kesempatan tersebut, Mirza menyampaikan ekonomi Lampung tumbuh 5,29% dan menjadi pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Sumatra. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Menurut Mirza, pertumbuhan ekonomi Lampung salah satunya ditopang sektor komoditas pangan. Produksi gabah dan beras Lampung berada di peringkat keenam nasional, sementara singkong menempati posisi pertama. Ia menyebut sekitar 60%-70% produksi singkong nasional berasal dari Lampung. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Di sisi lain, Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS Farid Azhar Nasution mengingatkan generasi muda agar lebih bijak dalam mengelola keuangan di tengah kemudahan teknologi. Ia meminta anak muda tetap memegang kendali atas keputusan finansial dan tidak membiarkan teknologi menentukan pilihan keuangan mereka. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Farid juga mendorong generasi muda membiasakan diri berbelanja sesuai kebutuhan serta menyisihkan sebagian pendapatan untuk ditabung. Hal ini dinilai penting seiring semakin mudahnya masyarakat mengakses berbagai layanan keuangan melalui perangkat digital. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Sementara itu, Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan menilai penguatan literasi keuangan diperlukan untuk mengimbangi tingginya akses masyarakat terhadap layanan keuangan. Berdasarkan data 2026, tingkat inklusi keuangan Indonesia mencapai 93,61%, sedangkan literasi keuangan baru 69,57%. Marwan mengingatkan kemudahan akses juga membawa risiko, salah satunya investasi bodong. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Rektor Universitas Lampung Lusmeilia Afriani turut menyoroti kesenjangan tersebut. Menurutnya, masyarakat kini dapat mengakses layanan keuangan hanya melalui telepon genggam, tetapi kemudahan itu harus diikuti kemampuan mengambil keputusan secara tepat dengan memahami manfaat, biaya, hak, kewajiban, dan risiko setiap layanan keuangan. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)