FOTO

Potret Tepung Singkong Disuntik ke dalam Bara untuk Padamkan Karhutla

Dok. Polda Kalimantan Tengah, CNBC Indonesia
Sabtu, 05/09/2026 10:45 WIB

Korbrimob bantu Polda Kalteng tangani karhutla gambut dengan serbuk tepung singkong yang disuntikkan ke bara api bawah tanah.

1/5 Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) mendapat dukungan inovasi dari Korbrimob Polri untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di kawasan gambut.  (Dok. Polda Kalimantan Tengah)

Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) mendapat dukungan inovasi dari Korbrimob Polri untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di kawasan gambut Jl. Dulin Kandang, Kota Palangka Raya, Jumat (4/9/2026).. Inovasi tersebut berupa serbuk pemadam berbahan dasar tepung singkong yang dinilai efektif memadamkan bara api di bawah permukaan tanah. (Dok. Polda Kalimantan Tengah)

2/5 Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) mendapat dukungan inovasi dari Korbrimob Polri untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di kawasan gambut.  (Dok. Polda Kalimantan Tengah)

Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan mengatakan, salah satu kendala utama dalam pemadaman karhutla di lahan gambut adalah bara api yang masih tersimpan di bawah tanah meski api di permukaan telah padam. Kondisi itu dapat memicu munculnya asap tebal dan kebakaran kembali saat tertiup angin. (Dok. Polda Kalimantan Tengah)

3/5 Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) mendapat dukungan inovasi dari Korbrimob Polri untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di kawasan gambut.  (Dok. Polda Kalimantan Tengah)

Bahan pemadam tersebut bernama Hertindo AF31. Serbuk dicampur dengan air kemudian diinjeksikan langsung ke titik bara. Proses pencarian titik api dibantu drone thermal untuk mendeteksi bara secara akurat sehingga penggunaan air dapat lebih efisien, terutama saat sumber air terbatas pada musim kemarau. (Dok. Polda Kalimantan Tengah)

4/5 Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) mendapat dukungan inovasi dari Korbrimob Polri untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di kawasan gambut.  (Dok. Polda Kalimantan Tengah)

Iwan menjelaskan, satu kantong serbuk berisi 25 kilogram dan dicampur dengan 100 liter air. Dalam satu tampungan berkapasitas 1.200 liter, dibutuhkan 12 kantong serbuk. Campuran tersebut digunakan untuk menyekat dan mematikan bara api yang berada di bawah permukaan gambut. (Dok. Polda Kalimantan Tengah)

5/5 Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) mendapat dukungan inovasi dari Korbrimob Polri untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di kawasan gambut.  (Dok. Polda Kalimantan Tengah)

Bantuan serbuk pemadam dari Mabes Polri melalui Korbrimob telah didistribusikan ke sejumlah wilayah di Kalteng untuk mendukung kegiatan pembasahan. Polda Kalteng berharap inovasi tersebut dapat mempercepat pemadaman, menghemat penggunaan sumber daya, serta mengurangi asap dan risiko kebakaran berulang. (Dok. Polda Kalimantan Tengah)