MARKET DATA

Indonesia Bidik Pasar Digital 300 Miliar Euro di Irlandia

chd,  CNBC Indonesia
04 September 2026 15:00
Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Edi Prio Pambudi dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (4/9/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)
Foto: Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Edi Prio Pambudi dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (4/9/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian mengungkapkan pemerintah terus memperkuat kerja sama bilateral dengan Irlandia, di mana hal ini dilakukan untuk membidik pasar digital.

Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kemenko Perekonomian Edi Prio Pambudi mengatakan potensi pasar digital dari Irlandia bisa mencapai 300 miliar euro, sehingga hal ini dapat dimanfaatkan oleh Indonesia.

"Irlandia kan menjadi salah satu eksportir digital terbesar di dunia, bahkan ke Amerika Serikat (AS). Mereka sudah mengekspor digital mencapai 300 miliar euro," kata Edi saat ditemui wartawan di kantornya, Jumat (4/9/2026).

Hal ini bisa dimanfaatkan oleh Indonesia, mengingat jika ingin Indonesia membentuk pasar global, butuh waktu yang sangat lama.

"Kalo nanti kita membuat suatu komponen yang penting, kita bisa melalui pasar global Irlandia, karena kita untuk membuat pasar global global sendiri juga butuh waktu," terangnya.

Terkait dengan potensi investasi langsung (direct investment) digital Irlandia ke Indonesia, pihaknya mengatakan potensi pasti ada, mengingat keduanya sudah berkomitmen untuk saling bekerja sama.

"Mereka bakal direct invesment? Pasti ada, karena itu salah satu bentuk komitmen ya dari dua sisi, kita manfaatkan sana dan mereka juga," ujarnya.

Namun, pihaknya meminta untuk tidak melihat kondisi sekarang, tetapi melihat potensi yang bakal ada ke depannya.

"Jadi jangan dilihat dari sizenya sekarang, lihat potensinya yang lebih besar" ungkapnya.

(chd/haa) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Airlangga: RI Bisa Tumbuh 6-7%, Asal Mesin Baru Ini Ngebut


Most Popular
Features