Serangan udara AS memicu terjadinya ledakan hebat pada sebuah perayaan pernikahan. "Tuhan tolong kami," ujar seorang saksi mata setelah kejadian ke Reuters.
Gambar udara yang diambil pada Rabu pekan ini memperlihatkan kerusakan pada halaman dan lubang di atap sebuah rumah yang menjadi tempat upacara pernikahan dilangsungkan di Iran. (Tangkapan Layar VIdeo/REUTERS)
Puing-puing berserakan di sekitar rumah tersebut yang rusak akibat serangan yang dilaporkan terjadi di dekat lokasi pesta pernikahan di Kuhestak, Sirik, Iran. (via REUTERS/Razieh Poudat/ISNA/via WANA)
Perlu diketahui, serangan menewaskan empat orang dan melukai sedikitnya 68 orang lainnya. Diyakini serangan besar itu disebabkan oleh amunisi Amerika Serikat (AS) dan bukan memantul dari sasaran lain. (Tangkapan Layar VIdeo/REUTERS)
Insiden tersebut telah menghidupkan kembali kekhawatiran mengenai korban sipil dalam perang AS dengan Iran. Kejadian ini menjadi kasus dramatis baru, usai sebuah rudal menghantam sebuah sekolah dasar Iran pada bulan Februari, menewaskan anak-anak dan guru di dalamnya. (via REUTERS/Razieh Poudat/ISNA/via WANA)
Melansir dari Reuters, Jumat (4/9/2028), awalnya puluhan warga berkumpul di sebuah rumah di Kuhestak untuk menghadiri upacara pernikahan. Selama pesta berlangsung, sebuah amunisi kemungkinan besar menghantam atap gedung. (via REUTERS/Razieh Poudat/ISNA/via WANA)
Dalam foto, seoranga anak menjadi korban dan terluka dalam serangan tersebut. Beruntung, ia langsung dibawa kerumah sakit yang berlokasi tak jauh dari lokasi kejadian. (via REUTERS/Razieh Poudat/ISNA/via WANA)
"Kuhestak hancur. Empat, lima, sepuluh rumah hancur. Banyak orang tertimbun reruntuhan. Tuhan tolong kami," kata seorang saksi mata sesaat setelah kejadian ke Reuters. (Tangkapan Layar VIdeo/REUTERS)
Empat ahli senjata militer yang mengatakan bahwa kerusakan yang terjadi adalah akibat "serangan langsung" dan bukan "kerusakan sekunder akibat amunisi yang memantul pada sasaran terpisah". (via REUTERS/Razieh Poudat/ISNA/via WANA)