FOTO Internasional

Ngeri! Jembatan Raib, Warga Nepal Naik Seluncur Seberangi Sungai

Reuters, CNBC Indonesia
Jumat, 04/09/2026 06:40 WIB

Banjir bandang Nepal menghanyutkan jembatan dan mengisolasi warga. Otoritas memasang luncur gantung darurat untuk membantu warga menyeberangi Sungai Trishuli.

1/7 Sejumlah orang berada di dalam keranjang yang digantung pada tali luncur (zip line) darurat saat menyeberangi Sungai Trishuli dari Koloni, menyusul banjir bandang mematikan yang merusak jembatan dan sempat membuat warga terisolasi, di distrik Nuwakot, Nepal, pada 3 September 2026. (REUTERS/Athit Perawongmetha)

Sejumlah warga berada di dalam keranjang yang tergantung pada tali luncur (zipline) darurat saat menyeberangi Sungai Trishuli dari Koloni, Distrik Nuwakot, Nepal, Kamis (3/9/2026). Fasilitas tersebut dipasang otoritas setempat untuk membantu warga melintasi sungai berarus deras setelah banjir bandang menghanyutkan sejumlah jembatan dan menyebabkan beberapa wilayah terisolasi dari kota-kota utama. (REUTERS/Athit Perawongmetha)

2/7 Sejumlah orang berada di dalam keranjang yang digantung pada tali luncur (zip line) darurat saat menyeberangi Sungai Trishuli dari Koloni, menyusul banjir bandang mematikan yang merusak jembatan dan sempat membuat warga terisolasi, di distrik Nuwakot, Nepal, pada 3 September 2026. (REUTERS/Athit Perawongmetha)

Sejumlah warga desa mengatakan pada Kamis (3/9/2026) bahwa mereka telah terjebak di seberang sungai selama hampir satu minggu setelah jalur penyeberangan yang biasa digunakan hanyut diterjang banjir. (REUTERS/Athit Perawongmetha)

3/7 Sejumlah orang berada di dalam keranjang yang digantung pada tali luncur (zip line) darurat saat menyeberangi Sungai Trishuli dari Koloni, menyusul banjir bandang mematikan yang merusak jembatan dan sempat membuat warga terisolasi, di distrik Nuwakot, Nepal, pada 3 September 2026. (REUTERS/Athit Perawongmetha)

Pemasangan zipline menjadi salah satu upaya untuk membuka kembali akses warga yang terputus. Beberapa warga bahkan baru dapat menyeberangi sungai untuk pertama kalinya sejak bencana guna memeriksa kondisi rumah dan lingkungan tempat tinggal mereka. (REUTERS/Francis Mascarenhas)

4/7 Sejumlah orang berada di dalam keranjang yang digantung pada tali luncur (zip line) darurat saat menyeberangi Sungai Trishuli dari Koloni, menyusul banjir bandang mematikan yang merusak jembatan dan sempat membuat warga terisolasi, di distrik Nuwakot, Nepal, pada 3 September 2026. (REUTERS/Athit Perawongmetha)

Bencana banjir dahsyat tersebut terjadi setelah runtuhnya gletser dan menyebabkan korban jiwa dalam jumlah besar. Lebih dari 1.200 orang dilaporkan tewas, sementara lebih dari 4.200 orang lainnya masih dinyatakan hilang. (REUTERS/Athit Perawongmetha)

5/7 Sejumlah orang berada di dalam keranjang yang digantung pada tali luncur (zip line) darurat saat menyeberangi Sungai Trishuli dari Koloni, menyusul banjir bandang mematikan yang merusak jembatan dan sempat membuat warga terisolasi, di distrik Nuwakot, Nepal, pada 3 September 2026. (REUTERS/Athit Perawongmetha)

Harapan untuk menemukan korban selamat semakin menipis setelah lebih dari sepekan sejak bencana terjadi. Meski demikian, otoritas Nepal masih terus melakukan operasi pencarian dan penyelamatan. (REUTERS/Francis Mascarenhas)

6/7 Sejumlah orang berada di dalam keranjang yang digantung pada tali luncur (zip line) darurat saat menyeberangi Sungai Trishuli dari Koloni, menyusul banjir bandang mematikan yang merusak jembatan dan sempat membuat warga terisolasi, di distrik Nuwakot, Nepal, pada 3 September 2026. (REUTERS/Athit Perawongmetha)

Sekitar 900 orang juga dikhawatirkan masih terjebak di sebuah pembangkit listrik tenaga air yang terdampak bencana. (REUTERS/Athit Perawongmetha)

7/7 Sejumlah orang berada di dalam keranjang yang digantung pada tali luncur (zip line) darurat saat menyeberangi Sungai Trishuli dari Koloni, menyusul banjir bandang mematikan yang merusak jembatan dan sempat membuat warga terisolasi, di distrik Nuwakot, Nepal, pada 3 September 2026. (REUTERS/Athit Perawongmetha)

Tim penyelamat terus berupaya menjangkau wilayah-wilayah yang terisolasi di tengah kondisi medan dan arus sungai yang masih berbahaya. (REUTERS/Athit Perawongmetha)