MARKET DATA

Prabowo di Rusia: Perdagangan Berkali-kali Digunakan sebagai Senjata

Emir Yanwardhana,  CNBC Indonesia
03 September 2026 16:37
Pidato Presiden Prabowow Subianto saat hadir sebagai tamu Kehormatan Utama pada EEF ke-11, Vladivostok, RUsia, Kamis (3/9/2026). (YouTube/Sekretariat Presiden)
Foto: Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato saat hadir sebagai Tamu Kehormatan Utama pada Forum Ekonomi Timur ke-11, Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026). (YouTube/Sekretariat Presiden)

Vladivostok, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto bicara mengenai kondisi geopolitik global yang terfragmentasi hingga perdagangan yang saat ini juga digunakan sebagai senjata negara tertentu. Hal tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan pidato dalam Forum Ekonomi Timur ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026).



"Kita bertemu pada masa yang sulit. Saat ini perdagangan berkali-kali digunakan sebagai senjata," kata Prabowo dalam pidatonya.

Menurutnya, kondisi geopolitik saat ini turut mendorong perubahan dalam rantai pasok global.

"Rantai pasok dibentuk kembali berdasarkan kecurigaan. Keuangan terpecah berdasarkan geografi," ujar Prabowo.

Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya itu menilai kondisi tersebut justru menjadi alasan bagi negara-negara untuk membangun lebih banyak akses kerja sama. Kerja sama tersebut dapat dilakukan dalam berbagai sektor, mulai dari pangan, energi, ilmu pengetahuan, logistik hingga perdagangan.

"Justru karena dunia sedang terfragmentasi, setiap jembatan yang dibangun di sini dalam bidang pangan, energi, ilmu pengetahuan, logistik, dan perdagangan merupakan jawaban praktis," tutur Prabowo.

Tak Bisa Bergantung Pada Satu Sistem Keuangan
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menekankan pentingnya ketahanan dalam sistem keuangan global. Menurutnya, dunia tidak seharusnya hanya bergantung pada satu sistem atau arsitektur keuangan.

"Kita tidak boleh bergantung pada satu arsitektur keuangan karena jika satu sistem terganggu, sistem lain harus tetap mampu memfasilitasi aliran dana yang menjaga perdagangan tetap berjalan," ujarnya.

Ia menilai keberadaan saluran pembayaran dan penyelesaian transaksi yang dapat diandalkan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kelancaran perdagangan internasional.

"Tanpa saluran pembayaran dan penyelesaian transaksi yang dapat diandalkan, perdagangan itu sendiri dapat lumpuh," kata Prabowo.

Namun, Prabowo menegaskan gagasan tersebut bukan untuk menggantikan satu sistem keuangan dengan sistem lainnya.

"Melainkan memastikan bahwa sistem keuangan global lainnya dapat beroperasi berdampingan dengan pengaturan yang sudah ada untuk menjaga kesinambungan, stabilitas, dan kepercayaan dalam perdagangan internasional," jelasnya.

(miq/miq) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Prabowo Bicara Peace Dividend ASEAN di Rusia, Sampaikan Pesan Ini


Most Popular
Features