Prabowo Blak-blakan di Depan Putin Cs, Minta Perdagangan Bebas Berlaku

Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
Kamis, 03/09/2026 16:27 WIB
Foto: Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato saat hadir sebagai Tamu Kehormatan Utama pada Forum Ekonomi Timur ke-11, Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026). (YouTube/Sekretariat Presiden)

Vladivostok, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto secara terang-terangan meminta negara anggota Eurasian Economic Union (EAEU) segera menyelesaikan proses internal agar Perjanjian Perdagangan Bebas atau Free Trade Agreement (FTA) Indonesia-EAEU dapat segera berlaku.



Hal itu disampaikan Prabowo pada Forum Ekonomi Timur ke-11 di Vladivostok, Rusia, (3/9/2026). Forum itu turut dihadiri pemimpin dan pejabat negara, seperti Perdana Menteri Mongolia Nyam-Osoryn Uchral, Wakil Presiden Myanmar Nyo Saw, Wakil Perdana Menteri Negara China Ding Xue Xiang, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin.

"Indonesia ingin perjanjian ini segera berlaku dan digunakan segera setelah pertukaran notifikasi memungkinkan," kata Prabowo saat memberikan pidato.

"Dengan hormat saya meminta setiap negara anggota EAEU untuk menyelesaikan prosedur internal masing-masing agar dapat memanfaatkan perjanjian ini sesegera mungkin," lanjutnya.

Menurut Prabowo, FTA Indonesia-EAEU memiliki arti penting dan menjadi arsitektur perdagangan negara bagian selatan-selatan. Dari perjanjian itu akan membuka akses bagi produsen Indonesia ke lima pasar negara anggota EAEU. Sebaliknya produsen kawasan Eurasia akan mendapatkan akses ke pasar Indonesia dengan 290 juta konsumen.

Dia juga berpesan bahwa delegasi bisnis Indonesia telah hadir dalam forum itu untuk mempersiapkan sejumlah kebutuhan perdagangan.

"Delegasi bisnis Indonesia hadir hari ini untuk menyelesaikan pengiriman perdana, menetapkan pembeli, memastikan logistik, dan menyelesaikan pengaturan pembayaran yang sesuai dengan ketentuan sehingga dapat memanfaatkan FTA ini," katanya.

"Saya menginginkan ketika jadwal tarif mulai berlaku, barang, rute, dan kontrak sudah tersedia," tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyebutkan perjanjian bebas dagang Indonesia-EAEU sebelumnya telah ditandatangani di St. Petersburg pada 21 Desember 2025. Perjanjian tersebut melibatkan Indonesia, EAEU, lima negara anggotanya yakni Armenia, Belarus, Kazakhstan, Kirgizstan, dan Rusia, serta Eurasian Economic Commission.

Melalui perjanjian tersebut, Indonesia dan EAEU berkomitmen menghapus atau mengurangi bea masuk terhadap 11.882 pos tarif, atau lebih dari 90% dari seluruh barang yang diperdagangkan. Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya itu mengatakan Indonesia telah menyelesaikan proses persetujuan parlemen terhadap FTA tersebut. Pada Juli 2026, Prabowo juga telah menandatangani Peraturan Presiden mengenai ratifikasi perjanjian tersebut.

Kerja sama masa depan
Menurut Prabowo, kerja sama masa depan Indonesia dan Rusia dapat jauh lebih besar daripada sekadar perdagangan barang. Di bidang energi, menurut Prabowo, Indonesia menyambut kerja sama Rusia yang dapat meningkatkan produktivitas eksplorasi, produksi, dan pengolahan minyak dan gas.

"Kami mencari pengetahuan dan investasi dalam energi terbarukan, jaringan listrik pintar, serta tenaga nuklir untuk tujuan damai, termasuk teknologi modular dan teknologi berskala penuh, dengan standar keselamatan tertinggi dan perlindungan internasional," katanya.

Dalam aspek ketahanan pangan, Prabowo mengatakan, Indonesia melihat peluang untuk bekerja sama dengan Rusia dalam teknologi pertanian, benih unggul, pembibitan ternak, mekanisasi pertanian, pengolahan pangan, serta produksi pupuk bersama.

Dalam industrialisasi, lanjut dia, kedua negara harus bersama-sama menciptakan nilai tambah. Indonesia menyambut kemitraan dalam pengolahan hilir dan dalam menghasilkan barang-barang yang digunakan masyarakat kita setiap hari, yaitu makanan, produk rumah tangga, pakaian, furnitur, obat-obatan, dan produk elektronik.

"Kami juga menyambut kerja sama Rusia-Indonesia di bidang antariksa, pendidikan tinggi, dan transportasi," ujar Prabowo.

Lebih lanjut, dia menyampaikan pesan kepada dunia usaha Rusia datang ke Indonesia, bekerja sama, dan berproduksi.

"Mari kita membangun industri bersama, mari kita menciptakan nilai bersama. Dan dari Indonesia, mari kita menjangkau pasar ASEAN yang lebih luas dan kawasan Indo-Pasifik bersama-sama," kata Prabowo.



(miq/miq)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Wujudkan Food Security Lewat Agritech, RI Butuh Perbaikan Ini