BGN Siapkan Anggaran MBG Tahun Depan Rp 232,5 Triliun
Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan anggaran Rp232,5 triliun untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2027. Anggaran tersebut akan digunakan untuk melayani 72.464.886 penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Kepala BGN, Sudaryono dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) perdananya bersama Komisi IX DPR RI. Ia mengatakan, secara keseluruhan BGN mendapatkan pagu anggaran 2027 sebesar Rp240,21 triliun.
Dari total itu, anggaran MBG mencapai Rp232.503.133.201.000, atau sekitar 96,8% dari total pagu BGN. Anggaran MBG tersebut terbagi untuk dua kelompok besar penerima manfaat, yakni anak sekolah serta ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Sudaryono memaparkan, anak sekolah menjadi penerima manfaat terbesar dalam program MBG, yakni mencapai 60.599.777 orang dengan alokasi anggaran Rp198.963.202.243.000. Sementara itu, kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita atau 3B ditargetkan mencapai 11.865.109 penerima, dengan anggaran Rp33.539.930.958.000.
Dengan demikian, total target penerima manfaat MBG pada 2027 mencapai 72.464.886 orang, dengan total anggaran sekitar Rp232,5 triliun. Sudaryono menegaskan, MBG merupakan salah satu program prioritas nasional yang dilaksanakan secara bertahap pada 2025 hingga 2029.
"MBG merupakan salah satu program prioritas nasional yang diselenggarakan dalam bentuk pemberian makan bergizi gratis, secara bertahap tahun 2025 sampai 2029 untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, melalui peningkatan asupan gizi terhadap kelompok sasaran," kata Sudaryono dalam rapat di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (3/9/2026).
Adapun dari target 60.599.777 penerima anak sekolah, cakupannya meliputi seluruh jenjang pendidikan. Sudaryono merinci, penerima manfaat terdiri dari 6.383.018 anak PAUD/RA/TK/sederajat, 24.517.310 anak SD/MI/sederajat, 11.509.238 anak SMP/MTs/sederajat, dan 10.417.813 anak SMA/MA/SMK/sederajat.
Selain itu, MBG juga menyasar 143.547 anak SLB, 2.976.055 santri, serta 4.652.796 penerima sasaran lainnya di lingkup pendidikan. Sementara untuk kelompok 3B, targetnya terdiri dari 8.083.400 balita, 1.745.936 ibu hamil, dan 2.035.773 ibu menyusui.
Besarnya alokasi untuk MBG membuat program pemenuhan gizi nasional menjadi komponen terbesar dalam anggaran BGN 2027. Dalam paparannya, program pemenuhan gizi nasional mendapatkan alokasi Rp232,876 triliun, sementara dukungan manajemen sebesar Rp7,325 triliun.
Sudaryono menjelaskan, pagu BGN 2027 tersebut telah mengalami penyesuaian dari pagu indikatif sebelumnya.
"Penyusunan anggaran BGN tahun 2027 ini melalui dua tahapan: satu yaitu pagu indikatif berdasarkan surat bersama pagu indikatif Menteri Keuangan dan Menteri PPN/Kepala Bappenas pada tanggal 7 Mei 2026 ditetapkan sebesar Rp270,20 triliun," ungkapnya.
Kemudian, pagu anggaran BGN ditetapkan menjadi Rp240,201 triliun.
"Pagu anggaran BGN berdasarkan surat bersama pagu anggaran (SBPA) Menteri Keuangan dan Menteri PPN/Kepala Bappenas menjadi sebesar Rp240,20 triliun," lanjut dia.
Dengan penyesuaian tersebut, terdapat efisiensi sekitar Rp30 triliun pada komponen pengadaan porsi MBG.
"Terdapat efisiensi sebesar Rp30 triliun, khusus pada komponen penerima manfaat MBG, yang dari semula Rp265,5 triliun menjadi Rp232,5 triliun," jelas Sudaryono.
Adapun berdasarkan jenis belanja, sebagian besar anggaran BGN 2027 merupakan belanja barang yang mencapai Rp233,12 triliun atau 97,05%. Sedangkan belanja pegawai mencapai Rp7,08 triliun atau 2,95%. Sudaryono menegaskan, besarnya porsi tersebut memang diarahkan untuk pelaksanaan MBG bagi para penerima manfaat.
"Jadi komposisi anggaran kami yang besar ini, memang 97% itu digunakan dan dikonversi menjadi menu MBG yang disajikan kepada penerima manfaat, baik itu peserta didik, maupun penerima manfaat yang non-peserta didik, seperti 3B," pungkasnya.
(wur)