6 Photos
Potret Simulasi Teror Penembakan di SMA, Ramai Siswa Tiarap di Lantai
Simulasi teror penembakan di SMA dilakukan Filipina. Para siswa mengikuti dengan seksama, termasuk arahan tiarap, saat mendengar tembakan membabi-buta.
Para siswa berlindung saat simulasi penanganan penembakan dilakukan di SMA Carlos F. Gonzales, San Rafael, Bulacan, Filipina, Kamis (3/9/2026). (REUTERS/Eloisa Lopez)
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya nasional untuk meningkatkan kesiapsiagaan sekolah menyusul dua insiden penembakan mematikan di sekolah pada bulan Juni dan Agustus. (REUTERS/Eloisa Lopez)
Latihan yang diadakan di sekolah-sekolah negeri ini mensimulasikan skenario serangan bersenjata, yang melibatkan bunyi alarm, siswa yang berlindung, serta petugas kepolisian yang menyisir lorong sebelum mengevakuasi siswa ke tempat aman. (REUTERS/Eloisa Lopez)
Tim tanggap darurat juga melakukan latihan evakuasi korban, termasuk pengangkutan korban simulasi menggunakan ambulans. (REUTERS/Eloisa Lopez)
Kepala Sekolah Carlos F. Gonzales, Ceanceno Espirito Jr. mengatakan bahwa latihan ini bertujuan membantu siswa, guru, dan staf berlatih cara merespons jika terjadi serangan bersenjata. (REUTERS/Eloisa Lopez)
"Prioritas utama kami adalah keselamatan dan kesiapsiagaan," ujarnya, seraya menambahkan bahwa simulasi ini memungkinkan pihak sekolah untuk mengevaluasi langkah-langkah tanggap darurat dan mengidentifikasi aspek-aspek yang perlu diperbaiki. (REUTERS/Eloisa Lopez)
Latihan ini dilakukan beberapa bulan setelah serangan pada bulan Juni di sebuah sekolah menengah negeri di Kota Tacloban, Filipina tengah, di mana setidaknya tiga siswa tewas dan sekitar 20 lainnya terluka akibat ulah dua rekan sekolah mereka yang melepaskan tembakan di lingkungan sekolah. (REUTERS/Eloisa Lopez)
Kegiatan ini juga menyusul insiden penembakan terpisah pada bulan Agustus di sebuah sekolah yang bernaung di bawah Universitas Ateneo de Zamboanga (institusi swasta) di Filipina selatan yang dimana dalam peristiwa itu, seorang siswa yang membawa pistol dan senapan memasuki area sekolah dan menembaki siswa-siswa di dalam ruang kelas. (REUTERS/Eloisa Lopez)