Internasional

Wow! AS Wajibkan Tes Testosteron ke Tentara, Biar 'Kuat'

tps, CNBC Indonesia
Kamis, 03/09/2026 09:00 WIB
Foto: Pentagon logo (via Getty Images/Anadolu Agency)

Jakarta, CNBC Indonesia - Departemen Perang Amerika Serikat (AS) secara resmi mengeluarkan panduan klinis terperinci untuk kebijakan baru yang mewajibkan penapisan (screening) defisiensi testosteron bagi anggota militer aktif dan cadangan berusia 30 tahun ke atas.

Mengutip Reuters, Kamis (3/9/2026), panduan yang mulai berlaku efektif dengan segera ini merupakan tindak lanjut dari pengumuman Menteri Pertahanan Pete Hegseth pada bulan Juli lalu. Pentagon menyatakan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk menetapkan jalur penapisan dan perawatan yang terstandarisasi bagi pria dan wanita.

"Hal ini guna meningkatkan kesiapan militer melalui identifikasi serta pengelolaan masalah hormonal dan ketersediaan energi," tulis dokumen panduan tersebut.


Berdasarkan panduan baru tersebut, prajurit pria berusia 30 tahun ke atas diwajibkan untuk menjalani tes darah testosteron. Sementara itu, pria yang lebih muda hanya akan dites berdasarkan permintaan khusus atau jika klinisi menemukan adanya tanda-tanda peringatan.

Bagi prajurit wanita, panduan ini tidak mewajibkan tes darah testosteron rutin, namun menuntut adanya penapisan terhadap kelelahan dan gangguan siklus menstruasi. Kondisi tersebut kerap dikaitkan dengan disregulasi hormonal serta apa yang disebut sebagai ketersediaan energi rendah dan defisiensi energi relatif dalam olahraga.

Dokumen tersebut juga secara spesifik menjabarkan pedoman kapan resep testosteron di luar indikasi resmi (off-label) dianggap tepat untuk wanita, yakni khusus bagi wanita pascamenopause dengan gairah seksual yang sangat rendah.

Hegseth , yang selama ini vokal mempromosikan penggunaan testosteron, telah mengumumkan mandat tersebut pada bulan lalu. Langkah ambisius ini langsung memicu pertanyaan serius di kalangan para ahli mengenai ada tidaknya dasar ilmiah yang kuat untuk kebijakan semacam itu.

Merespons polemik ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) berencana menggelar pertemuan khusus dengan para ahli untuk membahas penggunaan medis testosteron pada pertengahan September.

Di sisi lain, para dokter medis telah menyuarakan kekhawatiran mendalam bahwa pengujian testosteron yang diterapkan secara luas ini dapat berujung pada perawatan yang tidak perlu atau bahkan berpotensi membahayakan prajurit.

"Hanya ada sedikit bukti bahwa penapisan universal untuk testosteron rendah di antara personel militer akan meningkatkan kesiapan tempur AS," papar para dokter tersebut.


(tps/tps)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Geger! Israel Pasang Gerbang untuk Mengisolasi Warga Palestina