MARKET DATA

Purbaya Ngaku Sempat Lalai Awasi Likuiditas Bank, Tak Lagi Mau Lengah!

Zefanya Aprilia,  CNBC Indonesia
02 September 2026 17:24
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa usai menghadiri pengambilan sumpah jabatan sebagai Gubernur Bank Indonesia periode 2026-2031 di Mahkamah Agung RI, Jakarta, Rabu (2/9/2026). (CNBC Indonesia/Zefanya Aprilia)
Foto: Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa usai menghadiri pengambilan sumpah jabatan sebagai Gubernur Bank Indonesia periode 2026-2031 di Mahkamah Agung RI, Jakarta, Rabu (2/9/2026). (CNBC Indonesia/Zefanya Aprilia)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku sempat lalai dalam memantau kondisi likuditas perbankan.

Dengan adanya pergantian kepemimpinan di Bank Indonesia (BI), setelah Destry Damayanti resmi diambil sumpah dan dilantik Mahkamah Agung (MA) sebagai Gubernur BI. ia memastikan kelalaian itu tak akan lagi terulang.

"Di KSSK itu kan rutin sebetulnya, kita coba pertajam deh instrumen-instrumen kita untuk melihat kondisi ekonomi dan likuditas pasar, sehingga enggak seperti kemarin-kemarin," kata Purbaya saat menghadiri pelaintikan Destry di MA, Jakarta, Rabu (2/9/2026).

"Termasuk saya, agak lalai, terlambat menilai kondisi likuiditas di sistem perekonomian," tegasnya.

Purbaya mengatakan, kelalaiannya itu terjadi ketika KSSK hanya berpatokan melihat kondisi likuditas perbankan dan pereknomian hanya melalui instrumen ukuran rasio Alat Likuid terhadap Non-Core Deposit (AL/NCD).

Selama ini, rasio itu ia sebut dianggap selalu mencerminkan likuditas dalam kondisi stabil dan bagus, padahal perbankan Purbaya sebut justru tengah mengalami kekeringan likuiditas.

"Malah perbangkannya lagi guncang. Jadi, itu mesti kita perbaiki, kita ingin mengembangkan tools-tools yang betul-betul melihat real kondisi di lapangan," ujar Purbaya.

(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]
Next Article RI Deflasi pada Juli 2026, Bos BI Sebut Efek Harga Pangan Merosot


Most Popular
Features