FOTO Internasional

Negara Makin Kritis, Guru "Kabur" Gegara Listrik Sering Padam

Reuters, CNBC Indonesia
Kamis, 03/09/2026 17:45 WIB

Kekurangan listrik menyebabkan gangguan pada ekonomi dan kehidupan sehari-hari terganggu. Ini akhirnya membuat guru kesulitan bertahan dan akhirnya berkurang.

1/6 Para orang tua berjalan bersama anak-anak mereka di jalanan saat para siswa mengikuti hari pertama tahun ajaran 2026-2027 di tengah krisis ekonomi parah yang mendorong pihak berwenang untuk memberikan kelonggaran terkait jadwal, kehadiran, dan ketentuan seragam sekolah, di Havana, Kuba, 1 September 2026. (REUTERS/Norlys Perez)

Para orang tua berjalan saat mengantar anak-anak mereka menjalani hari pertama tahun ajaran 2026–2027 di Havana, Kuba, Selasa (1/9/2026). Tahun ajaran baru dimulai di tengah krisis ekonomi dan energi yang berdampak pada sektor pendidikan. Sejumlah sekolah menerapkan aturan lebih fleksibel terkait jadwal belajar, kehadiran tatap muka, hingga penggunaan seragam. (REUTERS/Norlys Perez)

2/6 Para orang tua berjalan bersama anak-anak mereka di jalanan saat para siswa mengikuti hari pertama tahun ajaran 2026-2027 di tengah krisis ekonomi parah yang mendorong pihak berwenang untuk memberikan kelonggaran terkait jadwal, kehadiran, dan ketentuan seragam sekolah, di Havana, Kuba, 1 September 2026. (REUTERS/Norlys Perez)

Sekitar 1,5 juta anak dan remaja kembali ke ruang kelas di seluruh Kuba. Namun, ketersediaan tenaga pengajar tercatat hanya mencapai 73% berdasarkan data resmi pemerintah. (REUTERS/Norlys Perez)

3/6 Para orang tua berjalan bersama anak-anak mereka di jalanan saat para siswa mengikuti hari pertama tahun ajaran 2026-2027 di tengah krisis ekonomi parah yang mendorong pihak berwenang untuk memberikan kelonggaran terkait jadwal, kehadiran, dan ketentuan seragam sekolah, di Havana, Kuba, 1 September 2026. (REUTERS/Norlys Perez)

Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel bersama sejumlah pejabat tinggi pemerintah menghadiri upacara resmi pembukaan tahun ajaran di sebuah sekolah di kawasan Old Havana. Menteri Pendidikan Naima Trujillo mengatakan tahun ajaran kali ini disusun dengan fleksibilitas dan menyesuaikan kondisi masing-masing sekolah. (REUTERS/Norlys Perez)

4/6 Para orang tua berjalan bersama anak-anak mereka di jalanan saat para siswa mengikuti hari pertama tahun ajaran 2026-2027 di tengah krisis ekonomi parah yang mendorong pihak berwenang untuk memberikan kelonggaran terkait jadwal, kehadiran, dan ketentuan seragam sekolah, di Havana, Kuba, 1 September 2026. (REUTERS/Norlys Perez)

Trujillo mengakui sektor pendidikan menghadapi berbagai tekanan, mulai dari sanksi dan embargo minyak, pemadaman listrik, hingga kekurangan bahan dan perlengkapan yang dibutuhkan di sekolah maupun rumah. (REUTERS/Norlys Perez)

5/6 Para orang tua berjalan bersama anak-anak mereka di jalanan saat para siswa mengikuti hari pertama tahun ajaran 2026-2027 di tengah krisis ekonomi parah yang mendorong pihak berwenang untuk memberikan kelonggaran terkait jadwal, kehadiran, dan ketentuan seragam sekolah, di Havana, Kuba, 1 September 2026. (REUTERS/Norlys Perez)

Intinya, kekurangan listrik menyebabkan gangguan pada ekonomi dan kehidupan sehari-hari terganggu. Ini akhirnya membuat guru kesulitan bertahan dan akhirnya berkurang. Imbasnya sekolah kekurangan tenaga pengajar dan kualitas pendidikan pun ikut tertekan. (REUTERS/Norlys Perez)

6/6 Para orang tua berjalan bersama anak-anak mereka di jalanan saat para siswa mengikuti hari pertama tahun ajaran 2026-2027 di tengah krisis ekonomi parah yang mendorong pihak berwenang untuk memberikan kelonggaran terkait jadwal, kehadiran, dan ketentuan seragam sekolah, di Havana, Kuba, 1 September 2026. (REUTERS/Norlys Perez)

Perlu diketahui, klrisis terjadi akibat tekanan dari pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Pada 2026, AS memberlakukan tekanan terhadap pasokan minyak Kuba. Sejumlah laman menyebut ancaman tarif AS terhadap negara yang memasok atau menjual minyak ke Kuba sejak Januari ikut membuat bahan bakar semakin langka. Kuba sendiri hanya memproduksi sekitar 40% dari kebutuhan bahan bakarnya. (REUTERS/Norlys Perez)