MARKET DATA
Internasional

Rusia dan AS Mulai "PDKT" Lagi, Ada Deal di Balik Layar?

tfa,  CNBC Indonesia
02 September 2026 13:35
Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin mengadakan konferensi pers setelah pertemuan mereka untuk merundingkan akhir perang di Ukraina, di Pangkalan Gabungan Elmendorf-Richardson, di Anchorage, Alaska, AS, 15 Agustus 2025. (REUTERS
Foto: Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin mengadakan konferensi pers setelah pertemuan mereka untuk merundingkan akhir perang di Ukraina, di Pangkalan Gabungan Elmendorf-Richardson, di Anchorage, Alaska, AS, 15 Agustus 2025. (REUTERS/Kevin Lamarque)

Jakarta, CNBC Indonesia - Rusia dan Amerika Serikat (AS) melihat peluang untuk kembali membangun hubungan di sektor keuangan meski hubungan kedua negara masih dibayangi konflik geopolitik. Menteri Keuangan Rusia Anton Siluanov mengatakan dialog ekonomi dapat menjadi pintu masuk untuk meredakan persoalan politik.

Dalam laporan Interfax pada Rabu (2/9/2026), Siluanov mengungkapkan hal tersebut setelah bertemu Menteri Keuangan AS Scott Bessent di sela konferensi para pemimpin keuangan G20 di North Carolina, Senin.

"Kedua pihak sepakat bahwa ada alasan untuk mengembangkan hubungan keuangan, meskipun ada komplikasi," kata Siluanov, seperti dikutip Interfax.

Pertemuan tersebut menjadi yang pertama antara Siluanov dan Bessent. Siluanov menilai pejabat dari sektor keuangan terkadang dapat menemukan titik temu lebih cepat dibandingkan para politisi.

"Jadi kita harus selalu terus berbicara; kita perlu melanjutkan dialog," ujar Siluanov. Menurut dia, Rusia dan AS perlu mengembangkan kepentingan bersama yang masih ada agar pembahasan mengenai isu politik dapat menjadi lebih mudah.

"Jika kita menemukan titik-titik kuat dari kepentingan bersama - dan itu memang ada - kita perlu mengembangkannya. Kemudian masalah politik juga akan lebih mudah diselesaikan," tambahnya.

Namun, peluang tersebut masih menghadapi hambatan besar terkait perang Rusia-Ukraina. Reuters sebelumnya melaporkan bahwa seorang sumber yang mengetahui pertemuan Siluanov dan Bessent mengatakan Bessent menegaskan bahwa bantuan ekonomi untuk Rusia maupun kesepakatan terkait isu lainnya tidak mungkin dilakukan sebelum perang di Ukraina berakhir.

Dengan demikian, meski Rusia melihat ruang untuk mempererat kembali hubungan finansial dengan AS, Washington masih mengaitkan langkah ekonomi lebih jauh dengan penyelesaian perang di Ukraina.

 

(luc/luc) [Gambas:Video CNBC]
Next Article 17 Update Perang AS-Iran Makin Gila, Seret Irak-China sampai Rusia


Most Popular
Features