Pizza Hut Dijual Rp 44 T, Bosnya Langsung Mundur
Jakarta, CNBC Indonesia - Pizza Hut global mengalami pergantian pucuk pimpinan. Mengutip Reuters, Rabu (2/9/2026), hal ini terjadi setelah Yum!Brands, perusahaan restoran cepat saji Amerika Serikat (AS) yang berkantor pusat di Louisville, Kentucky, menyelesaikan penjualan jaringan restoran pizza tersebut dalam transaksi senilai US$2,7 miliar (sekitar Rp44 triliun/Rp17.727 per US$1).
Yum! Brands yang juga menaungi KFC dan Taco Bell, mengungkapkan bahwa CEO Pizza Hut Aaron Powell telah mengundurkan diri dari jabatannya setelah proses penjualan jaringan restoran tersebut rampung. Dalam dokumen regulator yang dirilis Selasa, Powell disebut resmi mengakhiri masa jabatannya sebagai CEO global Pizza Hut dan posisi lainnya di perusahaan mulai 1 September 2026.
Powell sendiri telah menjabat sebagai CEO global Pizza Hut sejak 2021. Ia sebelumnya juga telah mengumumkan rencana kepergiannya melalui unggahan di LinkedIn pada Agustus lalu.
Sebelumnya, Powell sempat mengatakan pemilik baru Pizza Hut, LongRange Capital, telah menawarkan kepadanya untuk tetap melanjutkan peran di perusahaan setelah transaksi selesai. LongRange Capital adalah perusahaan private equity yang juga bermarkas di AS.
Penjualan Pizza Hut merupakan bagian dari langkah Yum! Brands untuk melepas bisnis yang menghadapi tekanan dalam beberapa tahun terakhir. Dalam salah satu transaksi, LongRange Capital, membeli bisnis Pizza Hut di AS dan seluruh wilayah internasional, kecuali China daratan, dengan nilai US$1,5 miliar.
Sebelumnya, penjualan pertama kali diumumkan Yum! Brands pada Juni 2026 setelah Pizza Hut menghadapi penurunan kinerja yang berkepanjangan. Bisnis Pizza Hut tertekan oleh lemahnya permintaan konsumen, persaingan yang semakin ketat di industri restoran cepat saji, serta perubahan perilaku konsumen.
Salah satu faktor yang turut menjadi perhatian adalah meningkatnya penggunaan obat penurun berat badan berbasis GLP-1. Obat-obatan tersebut diketahui dapat menekan nafsu makan sehingga berpotensi memengaruhi frekuensi maupun jumlah konsumsi makanan.
Dengan penjualan tersebut, Pizza Hut kini memasuki babak baru di bawah kendali pemilik barunya. Pergantian CEO setelah transaksi rampung juga menandai perubahan penting dalam upaya menghidupkan kembali kinerja jaringan restoran pizza tersebut.
(sef/sef)