Menhub Pamer ke DPR PNBP Rp 10 T di 2026, Berani Pasang Target Segini
Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Perhubungan mencatat realisasi anggaran 2026 masih berada di bawah 50% hingga akhir Agustus. Pemerintah menargetkan penyerapan anggaran bisa mendekati seluruh pagu yang tersedia hingga penghujung tahun. Anggaran Kemenhub mengalami sejumlah penyesuaian sepanjang tahun berjalan.
"Pertama kami sampaikan terkait dengan pembahasan evaluasi dan penyesuaian anggaran tahun 2026. Anggaran Kementerian Perhubungan tahun anggaran 2026. Berdasarkan surat Menteri Keuangan Nomor S-626/MK.03/2025 tanggal 29 September 2025, pagu awal Kementerian Perhubungan adalah sebesar Rp28,49 triliun," kata Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dalam raker dengan Komisi V DPR, Selasa (1/9/26).
Namun karena ada beberapa perubahan termasuk Surat Menteri Keuangan Nomor S-181/MK.03/2026 tanggal 1 April 2026, terdapat pergeseran anggaran dengan sumber dana rupiah murni, maka pagu efektif Kementerian Perhubungan pada tahun 2026 menjadi sebesar Rp30,74 triliun.
"Hingga 31 Agustus 2026, realisasi anggaran mencapai Rp15,26 triliun atau 49,93% dari pagu efektif sebesar Rp30,74 triliun. Dari sisi jenis belanja, realisasi anggaran terdiri dari belanja pegawai sebesar Rp4,95 triliun atau 73,89%; belanja barang sebesar Rp7,26 triliun atau 44,71%; dan belanja modal sebesar Rp3,14 triliun atau 40,26%," sebut Dudy.
Memasuki empat bulan terakhir 2026, pemerintah masih memiliki pekerjaan untuk mengejar target penarikan anggaran. Perbedaan antara rencana dan realisasi juga masih tercatat pada posisi akhir Agustus. Target penyerapan hingga akhir tahun menunjukkan sebagian besar anggaran diharapkan sudah terealisasi sebelum tahun anggaran berakhir. Proyeksi tersebut menjadi gambaran kemampuan kementerian dalam mengoptimalkan anggaran yang telah dialokasikan.
Rapat kerja Kementerian Perhubungan dan beberapa Kementerian/Lembaga lain dengan Komisi V DPR RI, Selasa (1/9/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi) Foto: (CNBC Indonesia/Ferry Sandi) |
"Pada kurva realisasi penyerapan anggaran hingga 31 Agustus 2026, realisasi anggaran terhadap pagu efektif telah mencapai 49,93%. Sementara itu target penarikan sampai 31 Agustus 2026 sebesar Rp16,16 triliun dibandingkan realisasi sebesar Rp15,35 triliun sehingga terdapat deviasi sebesar Rp810 miliar. Berdasarkan proyeksi, realisasi anggaran sampai akhir tahun 2026 diperkirakan mencapai Rp29,77 triliun atau 96,84% dari pagu efektif," ujar Dudy.
Sementara itu Penerimaan Negara Bukan Pajak atau PNBP Kementerian Perhubungan cukup tinggi sepanjang 2026. Hingga akhir Agustus, penerimaan yang masuk sudah mendekati target yang ditetapkan untuk satu tahun. Penerimaan tersebut menjadi salah satu sumber pendanaan penting dalam struktur anggaran Kemenhub.
"Dari sisi Penerimaan Negara Bukan Pajak sampai 31 Agustus 2026, realisasi telah mencapai Rp10,16 triliun atau 85,26% dari target sebesar Rp11,91 triliun," ujar Dudy.
Pergerakan PNBP tidak hanya ditentukan oleh besarnya aktivitas pada masing-masing layanan transportasi. Target tahunan bahkan diperkirakan dapat terlampaui. Dengan waktu tersisa hingga akhir 2026, penerimaan masih berpotensi memberikan tambahan kontribusi terhadap pendapatan negara.
"Untuk tahun 2026 diproyeksikan PNBP mencapai sekitar Rp13,51 triliun atau 113,41% dari target," sebut Dudy.
(fys/wur) [Gambas:Video CNBC]