Rosan Ungkap Target Investasi Tahun 2027 Tembus Rp2.322 Triliun
Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menargetkan capaian realisasi investasi pada tahun 2027 sebesar Rp 2.322 triliun. Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM Rosan Roeslani mengatakan, target tersebut sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi 2027 sebesar 5,8% sampai dengan 6,5%.
"Angka ini 13,8% lebih tinggi dari target tahun 2026 sebesar Rp 2.041,3 triliun," ujarnya dalam rapat kerja dengan Komisi XII DPR di ruang rapat Komisi XII DPR, Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2026).
Rosan memaparkan, dalam merealisasikannya, perlu dukungan pagu anggaran untuk mendukung target tersebut. Pagu anggaran yang diterima pada 7 Mei 2026 adalah sebesar RP 625,14 miliar. Selanjutnya sesuai surat bersama Pagu Anggaran Menteri PPN/Kepala Bappenas dan Menteri Keuangan tanggal 5 Agustus 2026, alokasi anggaran Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM tahun anggaran 2027 ditetapkan sebesar RP 974,84 miliar.
Adapun perinciannya antara lain, Program Dukungan Manajemen Rp 505,3 miliar dan Program Penanaman Modal dan Hilirisasi Rp 469,54 miliar. Dibandingkan pagu indikatif Rp 625,14 miliar, terdapat tambahan anggaran sebesar Rp 349,7 miliar atau naik 55%.
Rosan memaparkan, realisasi investasi terus meningkat setiap tahunnya. Target investasi tahun 2025 dapat terpenuhi dengan capaian 101,3% dan semester pertama 2026 berjalan sesuai harapan.
Ia menyampaikan, kenaikan realisasi investasi tidak sebanding dengan pagu anggaran Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM yang cenderung menurun dalam beberapa tahun terakhir.
"Namun demikian, kami memahami efisiensi sebagai bagian dari kebijakan nasional," ungkapnya.
Nantinya, pagu anggaran tersebut akan dialokasikan secara optimal melalui program strategis tahun 2027. Antara lain untuk pemeliharaan dan pengembangan sistem OSS (Online Single Submission), peningkatan realisasi investasi hilirisasi strategis, peningkatan kualitas perencanaan penanaman modal.
Selain itu, untuk peningkatan kerja sama internasional, kemudahan dan percepatan perizinan berusaha, pemasaran peluang investasi terfokus, fasilitas kendala resiliensi investasi dan pengawasan berbasis risiko, serta peningkatan iklim investasi berdaya saing.
Sementara tambahan anggaran yang sebesar RP 349,7 miliar akan difokuskan kepada tiga prioritas. Pertama, pengembangan OSS versi 2.0 sebesar Rp 201,8 miliar.
"Untuk meningkatkan keandalan OSS sebagai platform layanan investasi nasional," imbuhnya.
Kedua, penguatan daya saing Indonesia dalam menarik investasi sebesar RP 76,4 miliar.
"Antara lain untuk penguatan IIPC (Indonesia Investment Promotion Center), pelaksanaan promosi investasi yang terfokus, dan survei sub-national business ready," jelasnya.
Terakhir, untuk percepatan pertumbuhan industri nasional sebesar Rp 71,5 miliar, antara lain untuk pengawalan hilirisasi strategis, fasilitasi proyek prioritas presiden, serta pengawasan berbasis risiko.
"Target realisasi investasi tahun 2027 sebesar Rp 2.322 triliun tidak mudah, tetapi target ini realistis dan hanya dapat kita capai bersama," tutupnya.