Internasional

Trump "Tendang" China-Rusia, AS Kuasai Ladang Minyak Strategis di Sini

tfa, CNBC Indonesia
Selasa, 01/09/2026 14:25 WIB
Foto: REUTERS/Juan Carlos Hernandez

Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) memperluas kendalinya atas industri minyak Venezuela dengan mengambil alih sejumlah ladang yang sebelumnya dikelola perusahaan asal China dan Rusia. Langkah ini menjadi bagian dari kesepakatan produksi minyak yang diumumkan Presiden AS Donald Trump.

Dua pejabat AS mengatakan kepada Reuters, Senin, pengambilalihan tersebut akan dilakukan oleh Blue Energy Partners Amerika Utara (NABEP) dan mencakup sejumlah proyek yang sebelumnya berada di bawah kendali perusahaan China maupun satu perusahaan Rusia.

NABEP mendapat 14 kontrak baru dari pemerintah Venezuela sebagai bagian dari pengaturan tersebut. Perusahaan ini sebelumnya dimiliki taipan minyak AS Harry Sargeant dan kini dikendalikan pengusaha Venezuela Alejandro Betancourt.


"Venezuela diberkati dengan kelimpahan sumber daya alam, orang-orang pekerja keras dan potensi yang belum dimanfaatkan," kata Betancourt dalam pernyataannya, seperti dikutip Reuters, Selasa (1/9/2026).

"Transaksi ini akan melepaskan potensi itu untuk keuntungan besar baik bagi warga Venezuela maupun Amerika."

Dalam struktur baru tersebut, NABEP akan memegang kendali operasional, sementara pemerintah AS memperoleh hak kepemilikan 35% saham perusahaan serta "akses preferensial" hingga 20% produksi dengan biaya. Gedung Putih juga menyebut Departemen Luar Negeri AS memiliki hak penolakan pertama untuk membeli 80% sisa produksi NABEP.

Trump sebelumnya mengatakan AS telah mengamankan akses terhadap sekitar 64 miliar barel cadangan minyak Venezuela melalui kemitraan dengan perusahaan swasta. Pengaturan ini sekaligus memperkuat posisi perusahaan AS di aset minyak strategis Venezuela dan menggeser kepentingan China serta Rusia yang selama bertahun-tahun berperan besar dalam sektor energi negara tersebut.

Secara keseluruhan, NABEP diperkirakan mengendalikan 17 proyek minyak di Venezuela yang akan dikembangkan untuk memasok pasar AS. Dari 14 proyek yang diberikan pemerintah Venezuela, lima sebelumnya dioperasikan perusahaan China, termasuk Concord Resources, Sinopec dan China National Petroleum Corp, sementara satu lainnya dikelola perusahaan Rusia.

"Kami tidak hanya membuka peluang baru bagi pemerintah Amerika Serikat untuk mendapatkan keuntungan dan bagi operator Amerika Serikat untuk mendapatkan keuntungan, kami membuka Amerika Serikat sebagai pasar minyak ini yang sebelumnya dikirim ke China," ujar seorang pejabat AS.

Trump juga mengatakan AS kini mengambil "jutaan dan jutaan barel minyak" yang dikirim ke sejumlah kilang di Texas dan Louisiana, mempertegas upaya Washington mengarahkan kembali arus minyak Venezuela ke pasar AS.

 


(luc/luc)
Saksikan video di bawah ini:

Video: 19 Perusahaan Jadi Biang Kerok Karhutla