MARKET DATA
Internasional

Putin Naik Darah! Siapkan 'Neraka Rudal' Besar-Besaran ke Ukraina

tps,  CNBC Indonesia
01 September 2026 08:05
Asap dan api membubung di lokasi serangan rudal Rusia, di tengah serangan Rusia terhadap Ukraina, di Kyiv, Ukraina, 19 Juli 2026. (REUTERS/Stringer)
Foto: Asap dan api membubung di lokasi serangan rudal Rusia, di tengah serangan Rusia terhadap Ukraina, di Kyiv, Ukraina, 19 Juli 2026. (REUTERS/Stringer)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan sedang merencanakan serangan besar-besaran terhadap infrastruktur energi Ukraina. Ancaman ini muncul beberapa hari setelah gempuran mematikan Rusia menghantam sebuah gudang di dekat Kyiv, yang semakin memperbesar ketakutan akan pecahnya krisis di musim dingin.

Mengutip CNBC, Senin (31/08/2026), Kementerian Pertahanan Rusia melalui sebuah unggahan di Telegram pada hari Minggu membingkai rencana serangan tersebut sebagai balasan atas gempuran berkelanjutan Ukraina terhadap situs energi Rusia.

"Sesuai dengan instruksi yang diterima, Angkatan Bersenjata Federasi Rusia mulai bersiap untuk melancarkan serangan besar-besaran terhadap fasilitas energi Ukraina sebagai tanggapan atas serangan berkelanjutan rezim Kiev terhadap infrastruktur sipil serta fasilitas bahan bakar dan energi Rusia," paparnya.

Peringatan ini mengemuka ketika jumlah korban tewas akibat serangan Rusia di sebuah gudang sebelah barat Kyiv pada Jumat malam telah meningkat menjadi 38 orang, dengan empat orang masih dinyatakan hilang. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, menyebutkan bahwa para pekerja darurat telah memadamkan sebagian besar api di fasilitas penyimpanan amunisi di desa Myla tersebut, yang menjadikannya serangan Rusia paling mematikan di Ukraina sepanjang tahun ini.

"Situasi yang mengerikan, dan konsekuensi dari kelalaian yang mengerikan dari pihak-pihak yang menyimpan bahan peledak tepat di sebelah orang-orang," ungkapnya.

Zelensky mengatakan pada hari Sabtu bahwa sebuah penyelidikan resmi telah diluncurkan untuk memahami bagaimana dan mengapa amunisi tersebut disimpan di lokasi itu. Pasukan Rusia sendiri terus meningkatkan jumlah gempuran rudal ke kota-kota Ukraina di saat Kyiv tengah kewalahan menghadapi kekurangan peralatan pertahanan udara.

Di sisi lain, Ukraina juga terus melancarkan serangan pesawat tak berawak (drone) jarak jauh ke kilang minyak dan pusat logistik Rusia. Langkah strategis ini bertujuan untuk meningkatkan biaya perang bagi Moskow dan menguji tekad Presiden Rusia, Vladimir Putin, setelah konflik mematikan ini berlangsung lebih dari empat setengah tahun.

Kondisi yang terus memanas ini memicu peringatan dari pakar keamanan nasional dan pejabat setempat bahwa Ukraina dapat menghadapi musim dingin yang sangat sulit akibat serangan sistematis pada jaringan listrik saat suhu beku. Sejak bulan April, Zelensky sejatinya telah menekankan pentingnya memastikan bahwa fasilitas energi dan infrastruktur kritis negara beroperasi penuh serta terlindungi dengan andal.

CEO pembuat pesawat tak berawak Ukraina Fire Point, Iryna Terekh, menegaskan bahwa Kyiv harus benar-benar realistis mengenai ancaman yang dihadapinya saat ini.

"Musim dingin akan datang, jelas, dan musim dingin lalu sangat keras bagi Ukraina dan kota-kota besar pada umumnya. Musim dingin kali ini tidak akan lebih mudah, dan mungkin bahkan lebih sulit," tegasnya.

(tps/tps) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Ukraina Jadi Korban Baru Perang AS-Iran, Nasibnya di Ujung Tanduk


Most Popular
Features