Foto Internasional

Potret Keluarga Suriah Mencari Nafkah dari Garam Gurun

Reuters, CNBC Indonesia
Selasa, 01/09/2026 21:50 WIB

Mereka mendirikan tenda dan menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk memproduksi garam.

1/6 Puluhan pekerja memanen garam dari sumur air asin di gurun Sabkhat al-Muh, wilayah Palmyra, Suriah, dengan bekerja di bawah terik matahari demi upah yang tergolong kecil. (REUTERS/Karam al-Masri)

Puluhan pekerja memanen garam dari sumur air asin di gurun Sabkhat al-Muh, wilayah Palmyra, Suriah, dengan bekerja di bawah terik matahari demi upah yang tergolong kecil. (REUTERS/Karam al-Masri)

2/6 Puluhan pekerja memanen garam dari sumur air asin di gurun Sabkhat al-Muh, wilayah Palmyra, Suriah, dengan bekerja di bawah terik matahari demi upah yang tergolong kecil. (REUTERS/Karam al-Masri)

Sabkhat al-Muh adalah danau air asin musiman di Gurun Suriah yang menarik minat para pekerja untuk mengambil garam dari dataran garamnya dan mengangkutnya ke kawasan industri di Palmyra. (REUTERS/Karam al-Masri)

3/6 Puluhan pekerja memanen garam dari sumur air asin di gurun Sabkhat al-Muh, wilayah Palmyra, Suriah, dengan bekerja di bawah terik matahari demi upah yang tergolong kecil. (REUTERS/Karam al-Masri)

Setiap tahun, mulai dari musim semi hingga datangnya hujan sekitar bulan November, para pekerja beserta keluarga mereka pindah ke kawasan gersang tersebut; mereka mendirikan tenda dan menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk memproduksi garam. (REUTERS/Karam al-Masri)

4/6 Puluhan pekerja memanen garam dari sumur air asin di gurun Sabkhat al-Muh, wilayah Palmyra, Suriah, dengan bekerja di bawah terik matahari demi upah yang tergolong kecil. (REUTERS/Karam al-Masri)

Hassan Abboush, seorang pekerja pemanen garam yang pindah ke gurun tersebut bersama keluarganya pada bulan Maret, mengatakan bahwa ia tidak memiliki sumber penghasilan lain untuk menopang kebutuhan keluarganya. (REUTERS/Karam al-Masri)

5/6 Puluhan pekerja memanen garam dari sumur air asin di gurun Sabkhat al-Muh, wilayah Palmyra, Suriah, dengan bekerja di bawah terik matahari demi upah yang tergolong kecil. (REUTERS/Karam al-Masri)

Para pekerja memperoleh penghasilan antara 12,50 hingga 25 dolar AS atau sekitar Rp221 ribu hingga Rp443 ribu per hari, tergantung pada jumlah garam yang mereka hasilkan, dan pekerjaan ini hanya bersifat musiman, ujar Abboush. (REUTERS/Karam al-Masri)

6/6 Puluhan pekerja memanen garam dari sumur air asin di gurun Sabkhat al-Muh, wilayah Palmyra, Suriah, dengan bekerja di bawah terik matahari demi upah yang tergolong kecil. (REUTERS/Karam al-Masri)

Menurut direktur wilayah Palmyra, Saher al-Saghir, kawasan tersebut menghasilkan sekitar 300.000 ton garam setiap tahunnya, dengan lahan seluas kurang lebih 400 hektare yang saat ini dikhususkan untuk produksi garam. (REUTERS/Karam al-Masri)