Pramono Tawarkan Investor 37 Proyek Strategis Rp 115 T, Ini Daftarnya

Wiji Nur Hayat, CNBC Indonesia
Senin, 31/08/2026 10:40 WIB
Foto: Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan dan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat membuka acara Jakarta Investment Festival 2026 di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Jumat (28/8). (Instagram/rosanroeslani)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menawarkan 37 proyek strategis senilai Rp 115 triliun dalam Jakarta Investment Festival (JIF). Sebanyak 37 proyek yang ditawarkan dikelola oleh 4 BUMN, 10 BUMD dan 1 anak perusahaan, serta 2 BLU/BLUD.

Proyek tersebut mencakup sektor hunian, perhotelan, olahraga dan rekreasi, industri dan logistik, komersial, mixed-use dan TOD, utilitas, transportasi, hingga pengembangan kawasan pesisir.

Jakarta juga mengembangkan kawasan investasi tematik, di antaranya Ragunan Campground sebagai pusat rekreasi hijau perkotaan, Grogol Petamburan sebagai kawasan kota pendidikan masa depan, serta Kebon Jeruk sebagai kawasan hunian lintas generasi.


"Berbagai peluang yang ditawarkan melalui JIF 2026 kami harapkan dapat mendorong komunikasi bisnis, penjajakan kerja sama, hingga realisasi investasi yang memberikan dampak nyata bagi Jakarta," ungkap Kepala DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta, Heru Hermawanto dalam keterangannya, Senin (31/8/2026).

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan Jakarta memilih terus bergerak maju di tengah ketidakpastian global. Pada kuartal II 2026, ekonomi Jakarta tumbuh 5,52% secara tahunan, dengan inflasi sebesar 2,5%. Realisasi investasi semester I 2026 mencapai Rp173,6 triliun atau sekitar US$10,5 miliar.

"Saya sebagai Gubernur mengajak Anda untuk berinvestasi di Jakarta. Jakarta akan memberikan keuntungan," ujar Pramono.

"Jakarta memahami bahwa perubahan ini tidak dapat kita kendalikan, tetapi kita dapat menentukan bagaimana kita meresponsnya. Kami memilih untuk terus bergerak maju, memperkuat apa yang telah kita miliki saat ini, sekaligus membangun fondasi bagi pertumbuhan yang berkelanjutan di masa depan," imbuhnya.

Suasana jelang beroperasinya Stasiun LRT Jakarta Manggarai, di Jakarta Senin (24/8/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman) Foto: Suasana jelang beroperasinya Stasiun LRT Jakarta Manggarai, di Jakarta Senin (24/8/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Menurut Pramono, pembangunan infrastruktur, penguatan layanan publik, serta pengembangan talenta dan inovasi menjadi bagian dari upaya menjaga daya saing Jakarta sebagai kota global. Posisi Jakarta di tingkat global juga menunjukkan perkembangan positif. Dalam Kearney Global City Index, peringkat Jakarta meningkat dari posisi 74 menjadi 71.
Sementara dalam pemeringkatan ibu kota dunia, Jakarta berada di posisi 53 dari 100 kota.

"Ini bukan sekadar angka. Ini adalah sinyal kepercayaan terhadap perekonomian Jakarta, iklim investasi kami, dan kemampuan kami untuk terus melangkah maju. Kami mengubah kepercayaan itu menjadi aksi nyata," kata dia.

Pada kesempatan yang sama Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM RI Rosan Perkasa Roeslani mengatakan kondisi global membuat investor kini semakin mempertimbangkan stabilitas, kepastian regulasi, infrastruktur yang andal, talenta terampil, kemitraan terpercaya, serta visi jangka panjang.

"Jakarta memiliki peran sentral dalam perjalanan tersebut. Jakarta adalah gerbang ekonomi dan keuangan Indonesia, menyumbang lebih dari 16% terhadap PDB nasional. Kontribusinya terhadap realisasi investasi nasional bahkan mencapai 17,2% pada semester pertama 2026. Peluang yang tersedia sangat besar," ujar Rosan.

Rosan menegaskan, pemerintah ingin memastikan peluang investasi di Jakarta tidak berhenti pada tahap promosi, tetapi dapat direalisasikan menjadi proyek konkret melalui perbaikan iklim investasi, percepatan perizinan, dan kepastian regulasi.

"Pemerintah Indonesia siap bermitra dengan para investor, memobilisasi modal, dan membantu mengubah proyek-proyek strategis menjadi kenyataan," tegas Rosan.

Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, menilai ketidakpastian global telah mengubah prioritas investor. Menurutnya, biaya rendah dan akses pasar tidak lagi menjadi satusatunya pertimbangan utama dalam menentukan tujuan investasi.

Luhut menegaskan, Jakarta memiliki posisi strategis sebagai gerbang Indonesia dan perlu terus dikembangkan sebagai kota yang mudah untuk menjalankan bisnis, memiliki sistem pemerintahan digital, serta menjadi pusat inovasi dan keuangan.

"Jakarta adalah gerbang Indonesia. Jakarta harus menjadi tempat yang semakin mudah untuk menjalankan bisnis, menjadi kota dengan sistem pemerintahan digital sebagai standar utama, serta menjadi pusat inovasi keuangan dan kota yang nyaman untuk ditinggali," ucap Luhut.


(wur/wur)
Saksikan video di bawah ini:

Video: LRT Jakarta Fase 1B Siap Beroperasi Penuh 26 Agustus