FOTO Internasional

Neraka Bolong Ancam Bumi, Petani Terpaksa Lakukan Ini Gelap-gelapan

Reuters, CNBC Indonesia
Jumat, 28/08/2026 12:30 WIB

Panas ekstrem bak "neraka" memaksa petani memanen tomat di malam hari. Mereka melakukannya "gelap-gelapan" hanya dengan penerangan seadanya.

1/10 Seorang petani memanen tomat San Marzano pada malam hari dengan menggunakan lampu kepala—saat suhu lebih sejuk dibandingkan siang hari—untuk produksi tomat San Marzano bersertifikasi PDO dari wilayah Agro Sarnese-Nocerino (sebuah penunjukan terlindungi yang menjamin produk berasal dari area tertentu dan mengikuti standar produksi tradisional), di Sarno, Italia, pada 26 Agustus 2026. (REUTERS/Remo Casilli)

Petani memanen tomat pada malam hari menggunakan lampu kepala di Sarno, Italia, Rabu waktu setempat. Langkah ini dilakukan untuk menghindari terik siang dan memanfaatkan suhu yang lebih sejuk. Tomat tersebut bersertifikasi PDO (Protected Designation of Origin) dari wilayah Agro Sarnese-Nocerino. Gelombang panas ekstrem membuat suhu panas bak "neraka" dan memaksa petani Italia selatan menyesuaikan waktu panen, terutama sebelum fajar dan setelah matahari terbenam. (REUTERS/Remo Casilli)

2/10 Seorang petani memanen tomat San Marzano pada malam hari dengan menggunakan lampu kepala—saat suhu lebih sejuk dibandingkan siang hari—untuk produksi tomat San Marzano bersertifikasi PDO dari wilayah Agro Sarnese-Nocerino (sebuah penunjukan terlindungi yang menjamin produk berasal dari area tertentu dan mengikuti standar produksi tradisional), di Sarno, Italia, pada 26 Agustus 2026. (REUTERS/Remo Casilli)

Para petani menggunakan lampu kepala untuk mencari buah tomat di tengah kegelapan. Mereka bergerak melintasi ladang untuk memanen tomat berbentuk lonjong yang dilindungi skema PDO Uni Eropa. (REUTERS/Remo Casilli)

3/10 Seorang petani memanen tomat San Marzano pada malam hari dengan menggunakan lampu kepala—saat suhu lebih sejuk dibandingkan siang hari—untuk produksi tomat San Marzano bersertifikasi PDO dari wilayah Agro Sarnese-Nocerino (sebuah penunjukan terlindungi yang menjamin produk berasal dari area tertentu dan mengikuti standar produksi tradisional), di Sarno, Italia, pada 26 Agustus 2026. (REUTERS/Remo Casilli)

"Tahun ini, suhu panas terasa jauh lebih ekstrem dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, sehingga kami harus mulai memanen sangat pagi—sebelum fajar—dan larut malam," ujar petani Francesco Annunziata, dikutip Reuters, Jumat (28/8/2026). (REUTERS/Remo Casilli)

4/10 Seorang petani memanen tomat San Marzano pada malam hari dengan menggunakan lampu kepala—saat suhu lebih sejuk dibandingkan siang hari—untuk produksi tomat San Marzano bersertifikasi PDO dari wilayah Agro Sarnese-Nocerino (sebuah penunjukan terlindungi yang menjamin produk berasal dari area tertentu dan mengikuti standar produksi tradisional), di Sarno, Italia, pada 26 Agustus 2026. (REUTERS/Remo Casilli)

Tomat San Marzano tumbuh di tanah vulkanik di sekitar Gunung Vesuvius. Varietas ini menjadi salah satu tomat paling terkenal di Italia dan banyak digunakan untuk membuat saus serta pizza. (REUTERS/Remo Casilli)

5/10 Seorang petani memanen tomat San Marzano pada malam hari dengan menggunakan lampu kepala—saat suhu lebih sejuk dibandingkan siang hari—untuk produksi tomat San Marzano bersertifikasi PDO dari wilayah Agro Sarnese-Nocerino (sebuah penunjukan terlindungi yang menjamin produk berasal dari area tertentu dan mengikuti standar produksi tradisional), di Sarno, Italia, pada 26 Agustus 2026. (REUTERS/Remo Casilli)

Paolo Ruggiero, manajer merek perusahaan budidaya dan pengolahan tomat Gustarosso, mengatakan San Marzano sangat rentan terhadap tekanan lingkungan. (REUTERS/Remo Casilli)

6/10 Seorang petani memanen tomat San Marzano pada malam hari dengan menggunakan lampu kepala—saat suhu lebih sejuk dibandingkan siang hari—untuk produksi tomat San Marzano bersertifikasi PDO dari wilayah Agro Sarnese-Nocerino (sebuah penunjukan terlindungi yang menjamin produk berasal dari area tertentu dan mengikuti standar produksi tradisional), di Sarno, Italia, pada 26 Agustus 2026. (REUTERS/Remo Casilli)

"Tomat San Marzano itu ibarat bayi yang baru lahir. Tanaman ini rentan dan mudah terserang berbagai jenis penyakit. Cuaca panas ekstrem ini tentu saja memberikan dampak yang jauh lebih besar," kata Ruggiero dimuat laman yang sama. (REUTERS/Remo Casilli)

7/10 Seorang petani memanen tomat San Marzano pada malam hari dengan menggunakan lampu kepala—saat suhu lebih sejuk dibandingkan siang hari—untuk produksi tomat San Marzano bersertifikasi PDO dari wilayah Agro Sarnese-Nocerino (sebuah penunjukan terlindungi yang menjamin produk berasal dari area tertentu dan mengikuti standar produksi tradisional), di Sarno, Italia, pada 26 Agustus 2026. (REUTERS/Remo Casilli)

Menurut Ruggiero, suhu tinggi tahun ini mempercepat siklus pertumbuhan tanaman dan memaksa produsen memajukan jadwal panen. Panen bahkan diperkirakan rampung pada akhir Agustus, sekitar satu bulan lebih awal dari biasanya. (REUTERS/Remo Casilli)

8/10 Seorang petani memanen tomat San Marzano pada malam hari dengan menggunakan lampu kepala—saat suhu lebih sejuk dibandingkan siang hari—untuk produksi tomat San Marzano bersertifikasi PDO dari wilayah Agro Sarnese-Nocerino (sebuah penunjukan terlindungi yang menjamin produk berasal dari area tertentu dan mengikuti standar produksi tradisional), di Sarno, Italia, pada 26 Agustus 2026. (REUTERS/Remo Casilli)

"Hampir tidak ada perbedaan suhu antara siang dan malam... dan bukan suatu kebetulan jika panen dimulai pada tanggal 10 Juli," ujarnya. (REUTERS/Remo Casilli)

9/10 Seorang petani memanen tomat San Marzano pada malam hari dengan menggunakan lampu kepala—saat suhu lebih sejuk dibandingkan siang hari—untuk produksi tomat San Marzano bersertifikasi PDO dari wilayah Agro Sarnese-Nocerino (sebuah penunjukan terlindungi yang menjamin produk berasal dari area tertentu dan mengikuti standar produksi tradisional), di Sarno, Italia, pada 26 Agustus 2026. (REUTERS/Remo Casilli)

Italia memang terbiasa menghadapi musim panas yang terik. Namun, pada pekan pertama Agustus, Kementerian Kesehatan Italia menetapkan status siaga kesehatan tingkat tertinggi di seluruh kota besar akibat suhu tinggi yang berlangsung lama. (REUTERS/Remo Casilli)

10/10 Seorang petani memanen tomat San Marzano pada malam hari dengan menggunakan lampu kepala—saat suhu lebih sejuk dibandingkan siang hari—untuk produksi tomat San Marzano bersertifikasi PDO dari wilayah Agro Sarnese-Nocerino (sebuah penunjukan terlindungi yang menjamin produk berasal dari area tertentu dan mengikuti standar produksi tradisional), di Sarno, Italia, pada 26 Agustus 2026. (REUTERS/Remo Casilli)

Kondisi tersebut menjadi bagian dari gelombang panas yang melanda Eropa. Sebagai benua dengan laju pemanasan tercepat di dunia, Eropa menghadapi gelombang panas yang memecahkan rekor sekaligus kebakaran hutan yang merusak sepanjang musim panas ini. (REUTERS/Remo Casilli)