Produksi Gas RI Masih di Bawah Target, SKK Migas Ungkap Penyebabnya
Jakarta, CNBC Indonesia - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengungkap sejumlah kendala yang menyebabkan produksi dan lifting gas bumi nasional masih berada di bawah target.
Sebagaimana diketahui, berdasarkan data SKK Migas hingga 31 Juli 2026, realisasi lifting gas nasional tercatat sebesar 5.208 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Angka tersebut baru mencapai 94,5% dari target dalam APBN 2026 sebesar 5.508 MMSCFD.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan penurunan produksi gas antara lain disebabkan oleh gangguan pada pipa gas milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) hingga gangguan operasional di fasilitas produksi BP Berau Ltd.
"Nah untuk gas tadi sama persis apa yang telah disampaikan oleh Bapak Dirjen itu menurun," katanya dalam RDP bersama Komisi XII DPR RI, dikutip Kamis (27/8/2026).
Menurut Djoko, gangguan pada pipa TGI menyebabkan pasokan gas berkurang sekitar 200 MMSCFD. Selain itu, terdapat kecelakaan di PT Pertamina EP Subang yang baru selesai diperbaiki setelah mengalami gangguan sejak Januari.
Gangguan juga terjadi di fasilitas BP. Djoko menyebut adanya kebakaran pada salah satu train atau unit pengolahan gas yang hingga kini belum sepenuhnya selesai diperbaiki.
"Tadi saya sampaikan di TGI pipa putus 200 MMSCFD, di Subang Juga kecelakaan baru saja selesai perbaikan dari Januari. Dan di BP ada kebakaran salah satu train yang sampai hari ini belum 100% perbaikannya," katanya.
Setidaknya terdapat 10 Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dengan produksi gas bumi terbesar di Indonesia hingga 31 Juli 2026.
Adapun, BP Berau Ltd. menjadi KKKS dengan realisasi penyaluran gas bumi terbesar, yakni mencapai 1.478 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).
Sementara itu, di posisi kedua terdapat PT Pertamina EP dengan realisasi penyaluran gas sebesar 563 MMSCFD, disusul ENI East Sepinggan Ltd. 466 MMSCFD dan Medco E&P Grissik Ltd. sebesar 458 MMSCFD.
Berikut daftar 10 KKKS dengan penyaluran gas bumi terbesar hingga 31 Juli 2026:
1. BP Berau Ltd.: 1.478 MMSCFD
2. PT Pertamina EP: 563 MMSCFD
3. ENI East Sepinggan Ltd.: 466 MMSCFD
4. Medco E&P Grissik Ltd.: 458 MMSCFD
5. PT Pertamina Hulu Mahakam: 365 MMSCFD
6. JOB Pertamina-Medco E&P Tomori Sulawesi: 317 MMSCFD
7. Husky-CNOOC Madura Ltd.: 213 MMSCFD
8. ENI Muara Bakau B.V.: 101 MMSCFD
9. PetroChina International Jabung Ltd.: 121 MMSCFD
10. PT Pertamina EP Cepu: 151 MMSCFD
(pgr/pgr)