Ternyata RI Masih Ekspor Gas, Segini Jumlahnya
Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat kegiatan ekspor gas bumi Indonesia mencapai 1.352,9 BBTUD (per Juni 2026). Hal ini terdiri dari ekspor Liquefied Natural Gas (LNG) sebesar 998,77 BBTUD dan ekspor gas melalui pipa sebesar 354,13 BBTUD.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) ESDM Laode Sulaeman mengatakan, porsi pemanfaatan gas bumi untuk kebutuhan dalam negeri telah mencapai 74,55%, sedangkan 25,39% lainnya masih dialokasikan untuk ekspor.
"Di sini kita perhatikan bahwa sampai dengan saat ini gas untuk domestik itu sudah memanfaatkan 74,55% sedangkan ekspornya adalah masih 25,39%," kata Laode dalam RDP bersama Komisi XII DPR RI, dikutip Kamis (27/8/2026).
Berdasarkan bahan paparannya, realisasi pemanfaatan gas bumi untuk kebutuhan domestik mencapai 3.972,26 BBTUD. Sementara itu, realisasi gas bumi yang diekspor mencapai 1.352,9 BBTUD terdiri atas ekspor LNG 998,77 BBTUD dan ekspor gas melalui pipa sebesar 354,13 BBTUD.
Menurut dia, dari sisi pemanfaatan domestik sektor industri menjadi pengguna gas bumi terbesar dengan realisasi 1.263,20 BBTUD atau 23,72%. Selanjutnya, gas untuk kelistrikan mencapai 791,87 BBTUD atau 14,87%, pupuk 707,61 BBTUD atau 13,29%, serta LNG domestik sebesar 875,81 BBTUD atau 16,45%.
"Kalau kita perhatikan di sini memang yang besar-besar adalah industri, kemudian juga kalau di dalam negeri lalu LNG domestik, industri pupuk juga, kemudian juga ada jargas masih kecil, masih di bawah 1 persen ini mungkin akan menjadi bagian yang akan kita tingkatkan ke depan manakala pemanfaatan gas domestik ini semakin kita masifkan," katanya.
(pgr/pgr)