KDM Beberkan PR Besar Tumpukan Sampah di Jawa Barat

Firda Dwi Muliawati, CNBC Indonesia
Kamis, 27/08/2026 11:55 WIB
Foto: Peresmian Pembangunan PSEL Kota Bekasi, Rabu (26/8/2026). (Tangkapan layar youtube @Pemerintah Kota Bekasi)

Bekasi, CNBC Indonesia - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebutkan sedang memetakan pengelolaan sampah di berbagai kabupaten dan kota, yang saat ini masih mengalami penumpukan di Jawa Barat. Pemetaan tersebut khususnya pada wilayah perkotaan untuk mencegah terjadinya krisis lingkungan yang lebih parah di masa depan.

Dedi yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) itu menyebutkan bahwa TPA Sarimukti, Bandung Barat diperkirakan akan habis masa operasinya pada Oktober mendatang. Menurutnya, diperlukan langkah cepat dalam mengelola sampah dari wilayah Bandung Raya agar tumpukan limbah tidak menjadi tak terkendali.

"Sarimukti ini merupakan problem akut Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang harus mengorkestrasi pembuangan sampah Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, dan mungkin sebagian Bandung Barat. Problem akut ini, ini umurnya itu bulan Oktober itu sudah habis sebenarnya," katanya dalam acara Groundbreaking Proyek PSEL Ciketing Udik, Bekasi, dikutip Kamis (27/8/2026).


Sebagai solusi jangka pendek, pihaknya berencana menggunakan lahan Perhutani untuk lokasi penampungan sementara. KDM menyebutkan kesediaan untuk mengalokasikan anggaran sewa lahan dalam durasi 30 tahun untuk menjamin kepastian operasional penanganan sampah regional sembari menunggu kesiapan TPA Legok Nangka.

"Saya begini, mengenai areal hutan yang ada, yang memang kalau itu dibutuhkan untuk penanganan pengelolaan sampah dan kalau itu PT Perhutani memerlukan biaya sebagai uang sewa, Pemprov Jabar bersedia memberikan uang sewa selama 30 tahun ke depan," paparnya.

Tantangan volume sampah yang tinggi juga ditemukan di wilayah Cirebon Raya, Karawang, dan Subang selain Bandung Raya. Mengingat pembangunan fasilitas pengolahan sampah di Legok Nangka, Kabupaten Bandung membutuhkan waktu sekitar tiga tahun, diperlukan percepatan langkah penanganan di wilayah-wilayah lainnya.

"PR berikutnya adalah wilayah Jawa Barat itu wilayah Cirebon Raya, wilayah Karawang, juga sudah Karawang Subang juga tinggi dan berproblem. Kalau Cirebon Raya kemudian Karawang dan Subang sudah selesai, kalau di wilayah selatan juga itu bisa diselesaikan dengan hal-hal yang sederhana saja," imbuhnya.

Khusus di Bekasi, pihaknya menyoroti persoalan pembuangan sampah ke aliran sungai yang sudah menjadi pola perilaku masyarakat. Dedi menekankan perlunya langkah penertiban bantaran sungai yang dibarengi dengan kebijakan relokasi penduduk agar masalah persampahan di wilayah tersebut dapat diselesaikan secara tuntas.

"Di Bekasi masih ada tumpukan sampah di sungai-sungai dan itu sudah menjadi tradisi kehidupan masyarakatnya. Maka solusinya adalah penertiban bantaran sungai. Penertiban bantaran sungai harus diimbangi dengan relokasi penduduk karena mereka akan kehilangan tempat tinggal," tandasnya.


(pgr/pgr)
Saksikan video di bawah ini:

Penghormatan Dolly Parton - APBN Regional Jabar Surplus Rp 22 Triliun