Purbaya Kumpulkan Para Analis Ekonomi di Kantornya, Ada Apa?

Arrijal Rachman, CNBC Indonesia
Kamis, 27/08/2026 08:20 WIB
Foto: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto saat Konferensi pers terkait RAPBN & Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027 di Aula Cakti Buddhi Bakti, kantor pusat Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Jakarta Selatan, Jumat (14/8/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumpulkan para analis ekonomi di Aula Djuanda, Kementerian Keuangan, Rabu (26/8/2026).

Dalam pertemuan tertutup itu, Purbaya kabarnya menghimpun masukan dan pandangan kritis para analis ekonomi guna membahas perkembangan ekonomi terkini dan arah kebijakan fiskal 2027 yang dilakukan secara adaptif, akuntabel, dan berkelanjutan.

Ia menganggap keterlibatan para analis ekonomi sektor keuangan menjadi sangat krusial untuk memberikan masukan berbasis data guna memitigasi risiko makroekonomi dan menjaga kredibilitas Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun anggaran 2027.


Meski begitu, Kemenkeu tidak mengungkap jumlah dan daftar nama analis ekonomi maupun asal institusinya yang diundang. Siaran pers Kementerian Keuangan hanya menyebut Purbaya dalam kesempatan itu menjelaskan terkait kondisi ekonomi terkini dan tantangan 2027.

Selain itu, Purbaya juga mengungkapkan fokus utama arah kebijakan RAPBN 2027 adalah mempercepat eksekusi program prioritas yang memiliki multiplier effect tinggi seperti ketahanan pangan, hilirisasi, dan pengembangan SDM.

Pendekatannya dilakukan lebih antisipatif terhadap gejolak global, dengan fleksibilitas anggaran yang lebih besar untuk merespons risiko eksternal.

Pada kesempatan tersebut, Purbaya mengungkapkan dalam rangka optimalisasi pendapatan negara dan pajak, pemerintah akan menerapkan strategi ekstensifikasi dan intensifikasi, bukan kenaikan tarif.

Hal ini dilakukan melalui perluasan basis pajak dengan pemanfaatan data, peningkatan kepatuhan sukarela dengan layanan yang lebih mudah, dan penegakan hukum yang adil.

"Dengan kondisi sekarang, kita bisa sukses kalau efisiensi tax collection diperbaiki. Dalam tujuh-delapan bulan terakhir ini tax tumbuh, padahal saya tidak naikkan tax rate, tapi saya pastikan orang kerja dalam kondisi baik. Ini yang akan terus saya lakukan ke depan, kita perbaiki cara mereka mengumpulkan pajak dengan berperilaku lebih baik. Yang kedua, kalau ekonomi tumbuh lebih cepat, dengan tax collection yang sama juga tax akan tetap naik," ungkap Purbaya, dikutip dari siaran pers Kemenkeu, Kamis (27/8/2026).

Sementara itu, target defisit pada tahun depan mencerminkan komitmen pemerintah untuk mengelola APBN secara sehat, kredibel, dan berkelanjutan. Level defisit akan memberikan ruang fiskal yang cukup untuk membiayai program prioritas, sekaligus menjaga kepercayaan investor dan menjaga agar rasio utang tetap berada pada jalur yang aman dan terkendali.

"Diversifikasi (pembiayaan) akan kita lakukan, kita akan diversifikasi untuk menjaga resourcing pembiayaan surat utang kita. Kita masih bisa jaga stabilitas, saya bisa jaga stabilitas surat utang lebih baik, artinya stabilitas ekonomi juga lebih baik," katanya.

Kegiatan diskusi ini menurut Kemenkeu merupakan langkah proaktif untuk meningkatkan sinergi dan kolaborasi berkelanjutan dengan para pemangku kepentingan utama.

Diskusi tidak hanya difungsikan sebagai sarana untuk menyerap masukan teknis dan dinamika pasar secara mendalam terhadap perkembangan ekonomi terkini dan substansi RAPBN 2027, melainkan juga menjadi jembatan strategis untuk menyelaraskan persepsi.


(arj/arj)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Gambaran Awal Asumsi Makro RAPBN 2027