AS Hadapi Kondisi Sulit, Trump Teken Proklamasi Baru
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengambil langkah untuk menekan harga daging sapi yang melonjak dengan meningkatkan sementara volume impor potongan daging sapi tanpa lemak.
Dilansir Reuters, Gedung Putih pada Rabu (26/8/2026) waktu setempat menyatakan Trump telah menandatangani sebuah proklamasi yang memungkinkan peningkatan sementara jumlah potongan daging sapi tanpa lemak yang dapat diimpor ke AS.
Kebijakan tersebut diambil ketika konsumen AS menghadapi harga daging sapi yang mencapai rekor tertinggi. Dalam proklamasi yang dirilis Gedung Putih, pemerintah Trump menyebut harga daging sapi telah "meningkat secara tidak wajar" bagi konsumen AS.
Namun, keputusan tersebut langsung menghadapi penolakan dari kelompok peternak AS. American Farm Bureau Federation, organisasi lobi pertanian terbesar di AS, sebelumnya mengirim surat kepada Trump dan memperingatkan bahwa pelonggaran tarif justru dapat merugikan peternak dalam negeri.
Organisasi tersebut mengatakan bahwa pengurangan tarif akan melemahkan peternak AS.
Trump sebenarnya telah mengisyaratkan rencana tersebut pada pekan lalu. Pernyataan itu kemudian memicu penolakan keras dari kelompok-kelompok pertanian dan peternakan di AS.
Dalam proklamasi tersebut, Gedung Putih juga menyinggung kebijakan pembatasan impor ternak dari Meksiko yang sebelumnya diberlakukan Trump. Pembatasan itu diterapkan sebagai upaya mencegah penyebaran cacing parasit yang dapat menyerang ternak.
Namun, pada pekan ini AS mulai secara bertahap membuka kembali sejumlah pelabuhan masuk ternak di sepanjang perbatasan selatannya dengan Meksiko. Seiring kebijakan terbaru Trump, volume potongan daging sapi tanpa lemak yang dapat diimpor tanpa dikenakan tarif di atas kuota akan ditambah sebesar 300.000 metrik ton.
Adapun lonjakan harga daging sapi menjadi persoalan bagi konsumen AS sepanjang tahun ini. Kekeringan dan kebakaran hutan telah memangkas pasokan sapi hingga mencapai level terendah dalam 75 tahun, sehingga turut mendorong harga daging ke rekor tertinggi.
(luc/luc)