Jakarta Akan Punya 'Kota' Bawah Tanah Sedalam 18 Meter, Ini Lokasinya

Ferry Sandi, CNBC Indonesia
Selasa, 25/08/2026 13:30 WIB
Foto: Extended Concourse di bawah perut Bundaran HI terus dikebut dan bakal menjadi penghubung bawah tanah, Rabu (19/8/26). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pembangunan terowongan bawah tanah di pusat Jakarta bukan pekerjaan mudah. Proyek Extended Concourse atau ruang multi fungsi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) harus berhadapan dengan berbagai utilitas yang berada di bawah tanah, termasuk kabel yang posisinya tidak sesuai dengan gambar teknis. Apalagi kedalaman untuk mengebor bagian perut bumi tengah kota Jakarta ini mencapai belasan meter.

"18 meter di bawah grade ya. Posisinya ada di atas platform kereta. Jadi ini posisinya ada di tengah. Dari permukaan atas posisinya 18 meter ke bawah, mamun ada di atas rel keretanya MRT saat ini," kata Direktur Utama PT Integrasi Transit Jakarta Ferdiansyah Roestam kepada CNBC Indonesia dikutip Selasa (25/8/2026).

Proyek senilai Rp200 miliar dan bakal ditargetkan selesai tahun depan itu memiliki tantangan terbesar, yakni tidak adanya proyek sejenis yang bisa dijadikan preseden. Di sisi lain, kondisi utilitas bawah tanah di lapangan juga berbeda dengan as-built drawing.


As-built drawing merupakan gambar yang menunjukkan kondisi aktual atau posisi utilitas yang seharusnya berada di dalam tanah. Namun, saat proses konstruksi dilakukan, tim justru menemukan kondisi yang berbeda.

"Kemudian kita ketemu deviasi terhadap as-built drawing. Ini bahasa agak teknis. As-built drawing itu adalah utilitas, kabel, dan lain-lain sebetulnya di tanahnya ya," kata Ferdiansyah.

Perbedaan posisi tersebut membuat tim proyek harus ekstra hati-hati ketika melakukan pengeboran dan pekerjaan konstruksi di bawah permukaan tanah.

"Kemudian kita drill, kita buka, hopefully satu meter ternyata 30 cm-40 senti ada kabel. Lumayan puter otak kita secara engineering gitu ya," ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, pekerjaan tidak bisa hanya mengandalkan gambar teknis yang tersedia. Tim konstruksi harus menyesuaikan pekerjaan berdasarkan kondisi aktual yang ditemukan di lapangan agar tidak mengganggu jaringan utilitas yang telah ada. Kondisi itu menjadi salah satu tantangan terbesar dalam mewujudkan Extended Concourse. Apalagi proyek berada di kawasan pusat Jakarta yang memiliki tingkat aktivitas sangat tinggi.

"Jadi sebagai kuli proyek, saya kuli proyeknya sebetulnya dengan teman-teman di TJ gitu ya. Kita ketemu tantangan yang luar biasa," katanya.

Suasana aktivitas pekerja saat pengerjaan proyek MRT Fase 2A di Jakarta, Rabu (22/7/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi) Foto: Suasana aktivitas pekerja saat pengerjaan proyek MRT Fase 2A di Jakarta, Rabu (22/7/2026). (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)

Menurutnya, tantangan pertama bahkan sudah muncul sejak tahap perencanaan. Extended Concourse disebut belum memiliki preseden proyek sejenis yang bisa dijadikan acuan secara langsung.

"Salah satu tantangan yang paling berat adalah there's no evidence proyek sebelumnya sejenis," kata Ferdiansyah.

Selain berhadapan dengan kondisi bawah tanah, pembangunan juga harus tetap menjaga mobilitas masyarakat di sekitar Bundaran HI. Area kerja konstruksi berada di tengah kawasan yang dikelilingi gedung, pusat bisnis, jalan raya, serta berbagai aktivitas masyarakat. Karena itu, koordinasi dilakukan dengan berbagai pihak, mulai dari manajemen konstruksi dan kontraktor hingga kelurahan serta kecamatan di sekitar proyek.

"Dan kita harus menyeimbangkan itu supaya tidak ada tantangan-tantangan di lapangan gitu. Sampai sejauh ini syukur alhamdulillah koordinasinya berjalan dengan baik tapi saya harus akui masif sekali karena di area ini banyak sekali yang harus kita jaga komunikasinya," ujarnya.

Ferdiansyah mengatakan tantangan tersebut harus dihadapi agar proyek bisa benar-benar terwujud. Menurut dia, fokus utama tim saat ini adalah membuat konsep konektivitas bawah tanah tersebut menjadi infrastruktur yang bisa digunakan masyarakat.

"Memang yang paling berat adalah mewujudkan ini, make it happen jadi barang dulu gitu ya," katanya.


(fys/wur)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Bayar Tiket MRT Kini Sudah Bisa Dengan Kartu Kredit Nirsentuh