FOTO Internasional

135.000 Orang Hilang, Keluarga Korban Berkumpul di Ibu kota

Reuters, CNBC Indonesia
Rabu, 26/08/2026 14:35 WIB

Keluarga korban dan aktivis membersihkan tugu peringatan di Mexico City jelang Hari Internasional Korban Penghilangan Paksa. Meksiko catat 135.000 orang hilang.

1/7 Tampilan dari drone memperlihatkan kerabat dan anggota kelompok pencari sedang membersihkan pagar di Bundaran Ahuehuete—yang secara tidak resmi dinamai ulang oleh para aktivis sebagai

Keluarga orang-orang yang hilang di Meksiko bersama kelompok advokasi membersihkan pagar di sekitar sebuah tugu peringatan di Mexico City pada Minggu (23/8/2026), menjelang Hari Internasional Korban Penghilangan Paksa yang diperingati setiap 30 Agustus.(REUTERS/Quetzalli Nicte-Ha)

2/7 Tampilan dari drone memperlihatkan kerabat dan anggota kelompok pencari sedang membersihkan pagar di Bundaran Ahuehuete—yang secara tidak resmi dinamai ulang oleh para aktivis sebagai

Anggota kelompok kolektif Roundabout of the Disappeared atau Bundaran Orang Hilang berkumpul di Reforma, salah satu jalan utama ibu kota Meksiko. Mereka melepas berbagai poster dan tanda yang terpasang di pagar tugu peringatan tersebut. (REUTERS/Quetzalli Nicte-Ha)

3/7 Tampilan dari drone memperlihatkan kerabat dan anggota kelompok pencari sedang membersihkan pagar di Bundaran Ahuehuete—yang secara tidak resmi dinamai ulang oleh para aktivis sebagai

Kegiatan itu dilakukan untuk mempersiapkan area tersebut menjelang pemasangan massal selebaran pencarian orang hilang pada 30 Agustus. Aksi tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran publik mengenai krisis orang hilang yang terus berlangsung di Meksiko.  (REUTERS/Quetzalli Nicte-Ha)

4/7 Tampilan dari drone memperlihatkan kerabat dan anggota kelompok pencari sedang membersihkan pagar di Bundaran Ahuehuete—yang secara tidak resmi dinamai ulang oleh para aktivis sebagai

Meksiko saat ini mencatat lebih dari 135.000 orang hilang. Jumlah tersebut meningkat tajam sejak 2006, ketika Presiden Felipe Calderon melancarkan perang terhadap kartel narkoba di negara tersebut. (REUTERS/Quetzalli Nicte-Ha)

5/7 Tampilan dari drone memperlihatkan kerabat dan anggota kelompok pencari sedang membersihkan pagar di Bundaran Ahuehuete—yang secara tidak resmi dinamai ulang oleh para aktivis sebagai

Meski pemerintah menyatakan membantu madres buscadoras, atau para ibu yang mencari anggota keluarga mereka, sebagai prioritas, para kerabat mengeluhkan birokrasi yang tidak efisien dan minimnya dukungan finansial. Mereka kerap melakukan penyelidikan sendiri di wilayah berbahaya yang masih menjadi tempat beroperasinya kartel-kartel bersenjata. (REUTERS/Quetzalli Nicte-Ha)

6/7 Tampilan dari drone memperlihatkan kerabat dan anggota kelompok pencari sedang membersihkan pagar di Bundaran Ahuehuete—yang secara tidak resmi dinamai ulang oleh para aktivis sebagai

Keluarga korban juga menilai tingginya jumlah kasus orang hilang yang belum terpecahkan turut menyamarkan besarnya tingkat kekerasan dan kejahatan di Meksiko. Krisis tersebut bahkan mendorong badan PBB yang menangani penghilangan paksa untuk pertama kalinya mengaktifkan mekanisme yang menyerukan negara-negara lain mendukung penyelidikan dan kerja forensik Meksiko. (REUTERS/ Quetzalli Nicte-Ha)

7/7 Tampilan dari drone memperlihatkan kerabat dan anggota kelompok pencari sedang membersihkan pagar di Bundaran Ahuehuete—yang secara tidak resmi dinamai ulang oleh para aktivis sebagai

Namun, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum dengan tegas menolak langkah tersebut. Ia menyatakan mekanisme itu ditujukan bagi situasi ketika negara terlibat dalam penghilangan orang dan menegaskan bahwa sistem di Meksiko tidak sedang kewalahan menangani krisis tersebut. (REUTERS/Quetzalli Nicte-Ha)