Begini Cara Freeport Pulihkan Tambang Usai Insiden Longsor Tahun Lalu

Firda Dwi Muliawati, CNBC Indonesia
Senin, 24/08/2026 15:35 WIB
Foto: PT Freeport Indonesia (PTFI) memiliki area pertambangan tembaga terbesar di dunia. (CNBC Indonesia/Firda Dwi Muliawati)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Freeport Indonesia (PTFI) mempercepat proses pemulihan operasional tambang bawah tanah Grasberg Block Caving (GBC) pasca insiden longsor material basah pada September 2025 lalu. Perusahaan menerapkan inovasi dan pembangunan infrastruktur drainase raksasa untuk mengamankan area kerja sekaligus mengembalikan kapasitas produksi secara bertahap.

Presiden Direktur PTFI Tony Wenas memaparkan upaya pemulihan dilakukan salah satunya melalui pengerjaan teknis pada pengeluaran 800.000 ton material lumpur basah serta pembangunan sistem pengaliran air untuk mencegah terjadinya insiden serupa.

"Puji Tuhan alhamdulillah sudah capai 84% pengeluaran material itu dan juga perbaikan-perbaikan sudah dilakukan dan sekarang kita sedang ramp up production," ujar Tony di Tembagapura, Papua Tengah, dalam program Mining Zone CNBC Indonesia, dikutip Senin (24/8/2026).


Langkah utama dalam mitigasi tersebut mencakup pembangunan drift atau saluran air pembuangan setinggi 300 meter yang menghubungkan tambang bawah tanah dengan bagian bawah tambang terbuka (bottom pit). Sistem itu berfungsi untuk mengalirkan akumulasi air yang menjadi penyebab utama meluncurnya material basah ke area produksi bawah tanah.

"Jadi rencana akan ada sekitar 12 sampai 14 drift yang akan kita bangun sekarang udah ada empat empat yang sudah berfungsi dan akan kita terus lakukan sampai jumlahnya cukup," jelasnya.

Selain saluran pembuangan, perusahaan juga membangun dua unit terowongan sepanjang 1,5 kilometer yang mengelilingi cadangan bijih di bawah tanah. Fasilitas tersebut didesain dengan diameter 5x6 meter untuk memastikan lumpur dan air material basah dapat dialirkan langsung menuju saluran pembuangan utama.

"Terowongan itu akan selesai di akhir 2027 dan sling itu juga kira-kira di waktu yang hampir bersamaan dengan ini menggantung sling dengan pompa gantung gitu ya karena kan di daerah di bawah situ kan nggak bisa ada orang kerja. Itu udah daerah bahaya gitu kan," imbuhnya.

Pengerjaan di area berisiko tinggi tersebut dilakukan dengan memasang sistem kabel baja (sling) sepanjang 3 kilometer di tambang terbuka untuk menggantung pompa penyedot material basah. Melalui kombinasi teknologi ini, manajemen optimis pemulihan operasional penuh dapat tercapai sesuai target pada penghujung tahun 2027.

"Tiga program ini adalah yang kita sedang rencanakan saat ini," tandasnya.

Target pulih 100% akhir 2027

Perusahaan menargetkan produksi tambang bawah tanah perusahaan bisa mencapai 100% dari produksi normal pada akhir 2027 mendatang.

Presiden Direktur PTFI Tony Wenas membeberkan pada akhir 2026 ini target produksi perusahaan mencapai level 65% dari produksi normal. Saat ini pihaknya terus bekerja keras melakukan modifikasi peralatan guna mempercepat normalisasi operasional di area GBC.

"Ke depannya kapasitas produksi diharapkan dapat meningkat hingga 75% pada semester satu 2027 dan secara bertahap mendekati kapasitas penuh pada akhir tahun 2027," katanya dalam sambutan upacara HUT ke-81 RI, di Tembagapura, Papua Tengah, dikutip Selasa (18/8/2026).

Hingga akhir semester kedua tahun 2026 ini, PTFI menargetkan tingkat kapasitas produksi dapat volume 800 juta pon tembaga dan 700.000 ons emas.

Menurutnya, proses pemulihan tambang GBC cukup menantang karena perusahaan harus memindahkan sekitar 800.000 ton material lumpur basah yang menimbun sejumlah infrastruktur dan alat berat di area tambang bawah tanah.

"Tahap pemulihan ini terus kita lakukan, ada beberapa modifikasi alat karena ternyata bijihnya lebih basah daripada yang kita perkirakan sebelumnya. Sehingga peralatan perlu dimodifikasi sedikit tapi sekarang sudah ongoing, semua sesuai target 65% tahun ini," katanya di sela acara.


(pgr/pgr)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Puluhan Tahun Mengabdi, 277 Karyawan Freeport Dapat Penghargaan