Karhutla Riau Diduga Pakai Modus 'Pancing Ikan', Ini Kata Kapolda
Jakarta, CNBC Indonesia - Kapolda Riau, Irjen. Pol. Herry Heryawan, mengungkapkan dugaan modus yang digunakan sejumlah pihak dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Riau, kepada Presiden Prabowo Subianto. Salah satunya menggunakan masyarakat sekitar untuk melakukan pembakaran hutan.
Hal ini Ini berdasarkan temuan pada kasus yang terjadi di tahun 2025, yang disampaikan dalam rapat koordinasi penangnan Karhutla di Posko AJU, Pekanbaru, Riau, Senin (24/8/2026).
Kapolda Herry menjelaskan pihaknya juga menjelaskan telah melakukan berbagai upaya pencegahan untuk memutus mata rantai Karhutla. Berdasarkan hasil evaluasi, seluruh Karhutla yang terjadi disebabkan oleh aktivitas manusia, baik yang dilakukan secara sengaja maupun tidak sengaja.
Menurutnya hal itu terlihat dari kondisi 2021 - 2022 ketika Pandemi Covid - 19 berlangsung. Saat itu Karhutla di Riau disebut tidak terjadi.
"Setelah kita melihat data di 2021-2022 pada saat COVID itu zero Karhutla Bapak. Jadi semua saat ini yang dilakukan Karhutla semuanya dari manusia baik yang disengaja maupun tidak disengaja," jelasnya.
Untuk memperkuat pencegahan, Kepolisian memasang sebanyak 513 plang peringatan penegakan hukum Karhutla. Seperti yang diterapkan di Kabupaten Rokan Hilir pada 2025.
Plang ini menjadi penanda bahwa lahan yang pernah terbakar tidak boleh kembali digunakan untuk melakukan penanaman. Langkah ini dilakukan karena terdapat modus pembakaran yang diduga melibatkan perusahaan besar dengan memanfaatkan masyarakat.
"Karena ini biasa digunakan modus, modus oleh perusahaan besar, menggunakan petani atau masyarakat kecil, pura-pura memancing di situ kemudian melakukan pembakaran," kata Prabowo.
Mendengar paparan itu, kepala negara kemudian menanyakan apakah ada bukti atau indikasi adanya korporasi yang terlibat melakukan pembakaran.
"Maaf Kapolda, ada bukti-bukti atau indikasi ke arah korporasi menyeluruh?" tanya Presiden.
Saat itu, Herry menjawab, belum ditemukan bukti secara langsung mengarah kepada korporasi. Namun hasil penyelidikan pada sejumlah kasus di 2025 menemukan beberapa tersangka pembakar hutan tidak memiliki kebun atau lahan di lokasi terjadinya kebakaran.
"Ada yang yang tidak mempunyai kebun di situ. Ada dua atau tiga orang. Tetapi dia ada di situ padahal alasan dia hanyalah untuk memancing padahal tidak ada lokasi memancing di situ," tuturnya.
Mendengar informasi tersebut, Prabowo meminta agar ketiga orang tersebut dibawa ke Jakarta untuk dilakukan pendalaman lebih lanjut. Presiden juga meminta Kapolri dan Badan Intelijen Negara (BIN) turut mendalami kasus tersebut.
"Tolong dibawa ke Jakarta ya. Ya? Tolong dikirim ke Jakarta, Kapolri ya. Kita dalami di sini," kata Prabowo.
"Nanti pendalamannya saya juga minta BIN ikut ya," lanjutnya.
Dalam pemaparannya Kapolda juga menjelaskan pihaknya menggunakan pendekatan multi-door approach dalam penegakan hukum terhadap kasus Karhutla. Sejak 2025 hingga saat ini tercatat ada 94 laporan polisi dengan 106 tersangka.
"Khusus untuk 2026, total dari Januari sampai sekarang 33 laporan polisi dan 36 tersangka dengan luas terbakar sejumlah 806,57 hektare," kata Herry.
(haa/haa)