Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum laporan kejadian bencana pada periode Minggu hingga Senin, 23 - 24 Agustus 2026.
Kondisi dan upaya penanganan kebakaran lahan di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Minggu (23/8/2026). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan, peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia dan terus ditangani melalui operasi darat maupun udara. Selain karhutla, BNPB juga mencatat kejadian kekeringan yang berdampak pada pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat. (Dok. BPBD Kabupaten Nabire)
Sejumlah kejadian karhutla dilaporkan dari berbagai wilayah dengan luasan dan kondisi penanganan yang beragam. Penguatan operasi darat dan udara termasuk OMC (Operasi Modifikasi Cauca) dilakukan untuk penanganan karhutla di Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Jambi. OMC dilakukan berkoordinasi dengan BMKG untuk memastikan waktu paling efektif dalam melaksanakan operasi OMC di wilayah terdampak. (BPBD Kabupaten Nabire)
Operasi water bombing untuk pemadaman karhutla di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. (Dok. BNPB)
Operasi water bombing untuk pemadaman karhutla di Kalimantan Tengah. (Dok. BNPB)
Upaya pemadaman karhutla oleh satgas darat di wilayah Kalimantan Tengah, Minggu (23/8). (Dok. Daops Manggala Agni Kalimantan III)
OMC dilaksanakan untuk mendorong pertumbuhan awan di wilayah Kalimantan Barat pada periode 22–27 Agustus 2026 di wilayah Kalimantan Barat. Pada Minggu (23/8), sebanyak tiga sortie dengan total 3.000 kg bahan semai dilakukan untuk mendorong pertumbuhan awan hujan di wilayah yang berpotensi terdampak karhutla. Satu unit armada patroli juga dikerahkan untuk memantau wilayah terdampak. (Dok. BNPB)