Danantara BUMN Progres Update

Video:Skema Pupuk Subsidi Diubah, Bos Pupuk Indonesia Ungkap Alasannya

CNBC Indonesia TV,  CNBC Indonesia
24 August 2026 11:41

Jakarta, CNBC Indonesia- Transformasi bisnis yang dijalankan Pupuk Indonesia di bawah pengawasan Danantara disebut Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Rahmad Pribadi telah memberikan dampak positif bagai kinerja bisnis perseroan.

Pupuk Indonesia saat ini memproduksi sekitar 14,8 juta ton per tahun sehingga dipastikan dapat memenuhi kebutuhan pupuk bersubsidi di Tanah Air. Guna memastikan penyaluran pupuk subsidi tepat sasaran, pemerintah mengubah skema subsidi pupuk dari mekanisme "cost plus" menjadi "marked to market".

Dimana sistem "market to market' merupakan rasionalitas dalam menjalankan usaha sehingga pupuk yang disalurkan kepada petani dipastikan berkualitas dengan Harga yang baik. skema ini juga memberi ruang Pupuk Indonesia untuk memproduksi pupuk secara efisien.

Di sisi lain, Pupuk Indonesia juga mulai membangun sumber pertumbuhan bisnis yang baru lewat memperkuat sektor petrokimia dan produk bernilai tambah serta menjalankan dekarbonisasi lewat efisiensi energi dan amonia rendah emisi. Langkah ini dilaksanakan lewat industrialisasi demi mencapai kemandirian industri dengan memproduksi produk turunan gas alam yakni amonia bersih dan urea serta bahan peledak untuk sektor pertambangan maupun produksi soda ash untuk industri kaca

Lalu seperti apa ekspansi bisnis Pupuk Indonesia ke pasar ekspor? Selengkapnya simak dialog Andi Shalini dengan Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Rahmad Pribadi dalam Danantara BUMN Progress Update 2026, CNBC Indonesia (Senin, 24/08/2026)


Bagikan:

Loading...
Loading...
Loading...