Freeport Alokasikan Rp 3 T per Tahun untuk Investasi Sosial-Lingkungan

Firda Dwi Muliawati, CNBC Indonesia
Senin, 24/08/2026 10:00 WIB
Foto: Direktur Utama PT Freeport Indonesia, Tony Wenas. (CNBC Indonesia/Firda Dwi Muliawati)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Freeport Indonesia (PTFI) akan mengalokasikan investasi sosial dan lingkungan hingga Rp 3 triliun atau setara US$ 150 juta per tahun di masa mendatang. Dana tersebut untuk memperkuat kontribusi perusahaan terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasional Papua.

Presiden Direktur PTFI Tony Wenas menyebutkan hal itu sejalan dengan masa berlaku izin usaha pertambangan khusus (IUPK) perusahaan hingga 2041 yang saat ini dalam roses perpanjangan hingga usia tambang habis. Tony mengungkapkan rencana penambahan anggaran tersebut juga seiring dengan target peningkatan pendapatan perusahaan.

"Komitmen kita adalah sampai 2041 karena izin kita sampai 2041 ini akan kita terus canangkan investasi sosial lebih dari US$ 100 juta per tahun. Ke depannya mungkin akan bisa US$ 150 juta per tahun atau hampir Rp 3 triliun," ujar Tony di Tembagapura, Papua Tengah, dalam program Mining Zone CNBC Indonesia, dikutip Senin (24/8/2026).


Anggaran tersebut akan dialokasikan pada sejumlah sektor, terutama pendidikan dan kesehatan yang menyerap lebih dari 40% total dana investasi sosial. Perusahaan berupaya mengintensifkan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal melalui pembinaan UMKM serta pengembangan lahan agrikultur seluas 1.200 hektar untuk komoditas kopi hingga kakao.

"Program kita basisnya adalah fokusnya adalah program kesehatan, program pendidikan. Ini memakan kira-kira sekitar 40% lebih dari anggaran tersebut. Dan juga program pembinaan ekonomi, program sosial, culture, budaya ya dan juga olahraga," jelasnya.

Dalam rencana jangka panjangnya, PTFI juga menjajaki pembangunan fasilitas infrastruktur publik baru seperti rumah sakit dan universitas di wilayah Provinsi Papua Tengah. Tony menekankan bahwa koordinasi dengan pemerintah kabupaten maupun provinsi menjadi syarat mutlak agar program pembangunan tersebut tepat sasaran dan mampu meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

"Saya juga secara pribadi sering ketemu sama Pak Gubernur untuk membahas banyak hal termasuk rencana perpanjangan IUPK Freeport Indonesia apa yang kita lakukan kalau kita harus bangun dua rumah sakit dua universitas di mana kita bangunnya itu kan kita koordinasi bukan Freeport aja kemudian yang menentukan," paparnya.

Dia menilai, investasi sosial telah memberikan dampak nyata, di mana IPM Kabupaten Mimika kini mencapai 77,25 atau berada di atas rata-rata nasional. Melalui program kesehatan gratis yang telah berjalan 30 tahun dan pengelolaan asrama taruna, pihaknya berkomitmen menjaga keberlanjutan hubungan baik dengan masyarakat adat setempat.

"Karena kami yakin saya yakin tidak mungkin ada perusahaan yang bisa bertahan di tengah lingkungan dan masyarakat yang gagal. Jadi harus tumbuh bersama-sama dengan masyarakat dan juga tetap menjaga kelestarian lingkungan," tandasnya.


(pgr/pgr)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Puluhan Tahun Mengabdi, 277 Karyawan Freeport Dapat Penghargaan