Serangan tersebut menewaskan sedikitnya dua orang, termasuk seorang anak laki-laki berusia 4 tahun.
Puing-puing beterbangan di udara saat serangan Israel di wilayah Al-Zawayda, Jalur Gaza tengah, Minggu (23/8/2026). (REUTERS/Mahmoud Issa)
Dua serangan udara Israel di Jalur Gaza menewaskan sedikitnya dua orang, termasuk seorang anak laki-laki berusia 4 tahun, dan melukai tujuh orang lainnya. (REUTERS/Mahmoud Issa)
Salah satu serangan menghantam sebuah bangunan di kota Zawayda, wilayah tengah kantong tersebut, setelah adanya peringatan dari militer Israel agar pemilik properti meninggalkan area itu, kata warga setempat. (REUTERS/Mahmoud Issa)
Tim medis menyatakan bahwa puing-puing yang beterbangan dan serpihan ledakan yang menyebar hingga puluhan meter di sekitarnya melukai sedikitnya enam orang, termasuk anak berusia 4 tahun bernama Mohammad Abdel-Salam Taha, yang kemudian dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit. (REUTERS/Mahmoud Issa)
"Tidak ada gencatan senjata, tidak ada apa-apa," ujar Abu Ahmed, seorang warga Palestina pengungsi yang berlindung di dekat bangunan tersebut bangunan yang hancur lebur menjadi tumpukan baja dan beton akibat serangan udara itu. (REUTERS/Mahmoud Issa)
"Kami menginginkan solusi, kami ingin hidup damai," katanya. Lebih dari 1.280 warga Palestina tewas di Gaza sejak gencatan senjata diberlakukan pada Oktober lalu (REUTERS/Mahmoud Issa)