Cuaca panas dan kering yang berkepanjangan menurunkan permukaan air dan memicu pengumuman larangan penggunaan selang air.
Foto udara memperlihatkan tanah yang retak-retak di dasar Waduk Hanningfield akibat surutnya air di dekat Chelmsford, Inggris, Sabtu (22/8/2026). (REUTERS/Hannah McKay)
Cuaca panas dan kering yang berkepanjangan menurunkan permukaan air dan memicu pengumuman larangan penggunaan selang air di seluruh wilayah Essex. (REUTERS/Hannah McKay)
Penurunan volume air dan dasar waduk yang sebagian terlihat menyembul ke permukaan itu terjadi setelah cuaca kering yang berkepanjangan selama berbulan-bulan meningkatkan permintaan akan air. (REUTERS/Hannah McKay)
Melansir dari Reuters, fenomena ini mendorong perusahaan Essex and Suffolk Water untuk mengumumkan larangan penggunaan selang air taman. (REUTERS/Hannah McKay)
Menurut Essex and Suffolk Water, tingkat cadangan air di waduk-waduk wilayah Essex berada di bawah rata-rata, yakni sebesar 57% per tanggal 18 Agustus. (REUTERS/Hannah McKay)
Perusahaan penyedia air tersebut menambahkan bahwa wilayah East Anglia di Inggris hampir tidak mengalami curah hujan sepanjang bulan Juli, di tengah terjadinya empat gelombang panas berturut-turut. (REUTERS/Hannah McKay)
Katie Davis, kepala perencanaan layanan air di ESW, menjelaskan: "Kami tidak dapat mengambil air dari sungai untuk mengisi kembali waduk." (REUTERS/Hannah McKay)
Sepanjang bulan Juli, waduk-waduk mereka hanya menerima curah hujan sebesar 2 mm, atau hanya 4% dari jumlah yang biasanya diharapkan untuk bulan tersebut. (REUTERS/Hannah McKay)