Tambang Pulih 100%, Setoran Freeport ke RI Bisa Tembus Rp 100 Triliun

Firda Dwi Muliawati, CNBC Indonesia
Jumat, 21/08/2026 17:20 WIB
Foto: Presiden Direktur PTFI Tony Wenas

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Freeport Indonesia (PTFI) memproyeksikan kontribusi tahunan ke negara bisa menembus angka di atas Rp 100 triliun jika produksi tambang pulih 100%. Diperkirakan, operasional tambang mulai kembali normal 100% pada akhir 2027.

Presiden Direktur PTFI Tony Wenas menjelaskan, pemulihan operasional tambang pasca insiden longsor material basah pada September 2025 lalu itu masih memerlukan waktu. Ia menegaskan bahwa peningkatan kapasitas produksi dilakukan secara bertahap, yang mana pada akhir 2026 ditargetkan berada di level 65% dari kondisi normal.

"Tahun depan (setoran ke negara) tentu akan lebih tinggi lagi karena tahun depan kita kan bisa mencapai Semester I (2027) itu 75% dan akhir tahun depan itu menuju ke 100%. Dan kalau kita sudah 100% itu kontribusi kepada negara bisa luar biasa besar, lebih dari Rp 100 triliun, mungkin Rp 120 triliun setiap tahunnya," katanya di Tembagapura, Papua Tengah, dalam program Mining Zone CNBC Indonesia, dikutip Jumat (21/8/2026).


Proyeksi peningkatan setoran hingga Rp 120 triliun atau setara US$ 7 miliar per tahun tersebut setelah kapasitas produksi penuh dihitung berdasarkan asumsi harga komoditas tembaga dan emas yang stabil di pasar global.

Selain setoran langsung ke pemerintah pusat, kontribusi tersebut mencakup dana bagi hasil untuk pemerintah daerah di wilayah Provinsi Papua Tengah.

"Di tahun 2028 itu kita dari forecast yang ada sekarang dengan harga mineral yang patokan kita tuh harga tembaga US$ 6 per pound, harga emas US$ 4.500 per ounce. Dengan patokan harga seperti itu, kita bisa berkontribusi kepada negara lebih dari US$ 7 miliar," ujarnya.

Meskipun produksi belum optimal, perusahaan tetap memproyeksikan kontribusi ke kas negara pada 2026 berada pada kisaran Rp 47 triliun melalui setoran pajak, dividen, serta royalti.

"Tahun ini kita dalam mode recovery jadi memang produksi hanya sekitar 65% dan tapi meskipun demikian kita tetap akan berkontribusi kepada negara kira-kira Rp 47 triliun menurut proyeksi yang kita rencanakan di tahun ini," ungkapnya.

Dalam mencapai target operasional penuh tersebut, pihaknya terus mempercepat pengeluaran material lumpur basah yang saat ini progresnya sudah mencapai 84%. Perusahaan juga melakukan modifikasi teknis pada sejumlah peralatan tambang agar lebih andal dalam mendukung proses peningkatan produksi ke depan.

"Fokus kita bukan hanya tahun ini, tapi adalah long term-nya apalagi kalau kita diperpanjang, sudah resmi diperpanjang melebihi tahun 2041," tandasnya.


(wia)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Freeport Bakal Gali Tambang Kucing Liar, Investasi Rp72 Triliun