IEU-CEPA Jalan Tahun Depan, RI Incar 94% Pos Tarif Dinolkan!

Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
Jumat, 21/08/2026 14:20 WIB
Foto: Humas Ekon

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan Indonesia melihat Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU CEPA) sebagai game changer untuk memperkuat perdagangan, investasi, diversifikasi rantai pasok, dan ketahanan ekonomi bilateral di kawasan ASEAN/Indo-Pasifik.

"Apabila IEU CEPA diimplementasikan mulai awal tahun depan, maka Indonesia akan memperoleh akses pasar berupa 90,4% pos tarif langsung menjadi 0%; dan 8,37% berkurang bertahap, yang mana diharapkan akan memperluas ekspor sawit, alas kaki, kopi, furnitur, pertanian/perikanan, dan telekomunikasi," ujar Airlangga usai dialog pemerintah dengan Delegasi Uni Eropa dan para Duta Besar Negara-Negara Anggota Uni Eropa, Jumat (21/8/2026).


Sedangkan, Airlangga melihat Uni Eropa akan mendapatkan akses pasar Indonesia yang lebih luas bagi industri atau konsumen Eropa serta pasokan produk yang lebih kompetitif.

"Dari perkembangan IEU CEPA, dokumentasi dalam versi bahasa Inggris sudah segera diselesaikan, dan ditargetkan di bulan Oktober mudah-mudahan bisa ditandatangani. Sesudah ditandatangani akan dibawa ke Parlemen Uni Eropa untuk mendapatkan ratifikasi. Di Indonesia sendiri, Pak Menteri Perdagangan sudah berkonsultasi dengan DPR. Indonesia akan menggunakan mekanisme Perpres karena sudah didiskusikan dengan DPR, sehingga implementasinya akan lebih cepat," jelas Airlangga.

Dengan diratifikasinya Perjanjian IEU CEPA, Indonesia berharap akan membuka potensi investasi yang akan masuk ke negara ini. Indonesia mendorong investasi Uni Eropa pada sektor bernilai tambah tinggi, semisal manufaktur maju, energi terbarukan, EV, digital, farmasi, guna mendukung transfer teknologi dan transformasi industri domestik.

"Sekarang Eropa juga menjadi salah satu partner investasi Indonesia sebagai sektor, dan bagi Eropa juga. Terlihat dalam beberapa waktu belakangan, banyak sekali Indonesia mendapatkan kunjungan dari negara-negara Eropa dan mereka membawa business delegation yang besar," ujar Airlangga.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Shinta Widjaja Kamdani mengungkapkan, selain EV dan farmasi, ternyata ada sektor seperti kesehatan, hilirisasi, mineral kritis, pertanian, dan perikanan juga diminati oleh negara-negara di Eropa.

"Jadi banyak sekali sebenarnya, dan EU ini besar banget, negaranya banyak. Jadi setiap negara itu punya mungkin daya tarik tersendiri untuk dari mana dia bisa masuk, kita bisa tarik untuk masuk ke Indonesia," ujarnya kepada pewarta.

Shinta menambahkan bahwa investasi dari negara-negara Eropa turut diharapkan juga masuk ke sektor riil sehingga dapat memberikan dampak ekonomi positif.


(haa/haa)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Gali Potensi Mineral Kritis & EBT, RI Incar Investor Teknologi