Video: PGE Akselerasi Panas Bumi Hingga 1,8 GW, Jadi Terbesar di Dunia
Jakarta, CNBC Indonesia- 2026 menjadi tahun yang menandai 100 tahun pengembangan energi panas bumi di Indonesia yang dimulai pada Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang pada tahun 1926
Sebagai negara yang memiliki potensi panas bumi yang terbesar di dunia hingga mencapai 24.000 Megawatt (MW), Indonesia disebut Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, Ahmad Yani sebagai 'center of excellence" geothermal. Saat ini kapasitas PLTP yang terpasang baru mencapai 2,7 Gigawatt dengan target mencapai 5,2 GW pada 2034 sehingga peluang pengembangan industry geothermal sangat besar guna memperkuat ketahanan dan kedaulatan energi sekaligus mendukung percepatan transisi energi.
Indonesia yang baru memanfaatkan potensi Geothermal sebesar 11% sehingga dalam upaya mengakselerasi PLTP diperlukan penciptaan iklim bisnis panas bumi yang 'feasible' dan 'bankable'. Oleh karena itu PGE terus berupaya meningkatkan kapasitas geothermal dengan target 1 kapasitas GW di 2028 sehingga menjadi terbesar di Indonesia dan pada 2034 menargetkan kapasitas 1,8GW sehingga menjadi yang terbesar di dunia.
PGE juga menargetkan proyek panas bumi dapat memberi dampak positif bagi masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja dan menumbuhkan ekonomi sekitar. PGE turut menggali peluang bisnis baru dari rantai pasok panas bumi, salah satunya lewat proyek green hydrogen
Seperti apa komitmen PGE membangun dan pemanfaatan energi panas bumi? Selengkapnya simak ulasan Andi Shalini dengan Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), Ahmad Yani dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Kamis, 20/08/2026)