Bapanas Alokasikan Bantuan Beras Hampir Rp100 M Buat Korban Gempa NTT
Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengungkap rincian bantuan pangan untuk masyarakat terdampak bencana gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Total bantuan tahap pertama yang disiapkan mencapai 6.801,99 ton beras dengan nilai sekitar Rp95,22 miliar.
Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy mengatakan, bantuan tersebut berasal dari anggaran yang memang telah disiapkan Bapanas, termasuk anggaran untuk penanganan bencana alam dan bantuan pangan.
"Jadi memang anggaran bencana itu, anggaran bantuan pangan, anggaran bencana alam, anggaran SPHP gitu ya, anggaran gerakan pangan murah itu sudah dianggarkan di Badan Pangan Nasional. Jadi ketika ada bencana kita tinggal menyalurkan melalui Bulog," kata Sarwo saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (19/8/2026).
Sebelumnya, Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas Amran Sulaiman menyebut bantuan pangan untuk korban bencana gempa di NTT yang telah dikirim pemerintah mencapai sekitar Rp100 miliar. Bantuan tersebut berupa beras.
Sarwo kemudian menjelaskan, bantuan yang nilainya mencapai Rp100 miliar tersebut bukan seluruhnya merupakan bantuan khusus bencana. Dari total 6.801,99 ton, sebanyak 990,33 ton merupakan bantuan untuk masyarakat terdampak bencana alam.
Adapun lima kabupaten yang terdampak dan mengajukan bantuan bencana tersebut adalah Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Sikka, dan Nagekeo.
"Jadi untuk bencana NTT itu kan yang terdampak itu hanya 5 kabupaten: Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Sikka, dan Nagekeo," ujarnya.
Untuk Kabupaten Manggarai, bantuan bencana yang diusulkan mencapai 81,63 ton. Manggarai Timur mengusulkan 153,78 ton, Ngada 86,88 ton, Sikka 6,88 ton, dan Nagekeo 661,18 ton.
"Jadi jumlahnya itu 990,33 ton ya," papar dia.
Selain bantuan khusus bencana, Bapanas juga menyalurkan bantuan pangan reguler kepada masyarakat di lima kabupaten tersebut.
Untuk Kabupaten Manggarai, bantuan reguler mencapai 1.799,70 ton. Manggarai Timur 1.661,25 ton, Ngada 444,21 ton, Nagekeo 525,14 ton, dan Sikka 1.281,36 ton.
"Jadi jumlah bantuan pangan reguler ya. Jadi kita kan sebelum ada bencana alam ini kita ada bantuan pangan (beras) untuk 3 bulanan. 10 kilogram dikalikan 3 bulan kan. Ini jumlahnya 5.811,66 ton ya," jelasnya.
Dengan demikian, jika bantuan bencana dan bantuan reguler digabungkan, total beras yang dialokasikan mencapai 6.801,99 ton.
Sarwo mengatakan, nilai bantuan tersebut dihitung menggunakan HET beras medium di wilayah timur sebesar Rp14.000 per kg.
Jika dikalikan dengan total bantuan 6.801,99 ton, nilai beras tersebut mencapai sekitar Rp95,22 miliar.
"Jadi kalau dengan yang sekarang-sekarang kan.. itu tahap pertama mengusulkan. Sekarang ada tahap kedua lagi, yaitu kalau sampai dengan saat ini mungkin Rp100 miliar lebih," kata Sarwo.
Sarwo menegaskan bantuan dari Bapanas yang dimaksud dalam alokasi tersebut saat ini hanya berupa beras. Belum ada bantuan minyak goreng maupun komoditas pangan lainnya.
"Belum ada minyak goreng. Iya, hanya beras aja," ucapnya.
Penyaluran bantuan tersebut juga telah dimulai. Bapanas, katanya, telah menugaskan jajaran untuk mengawal distribusi bantuan hingga sampai ke titik penerima.
"Itu sudah mulai disalurkan. Sudah sampai di titik, karena kita tugaskan satu deputi, kemudian beberapa direktur ke sana untuk mengawal, termasuk dari satgas pangan untuk mengawal bantuan itu sampai ke titiknya," pungkas Sarwo.
(dce)