Investasi Hulu Migas RI Didorong Tembus US$ 20,5 Miliar di 2027
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto membidik produksi minyak siap jual (lifting) mencapai 610.000 barel per hari (bph) dan juga gas sekitar 954 ribu barel setara minyak per hari.
Mengutip Buku Nota Keuangan RAPBN 2027 yang diterima CNBC Indonesia, berdasarkan rencana lifting migas tersebut, berpotensi mendukung penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sekitar Rp120,99 triliun.
"Serta mendorong investasi di sektor hulu migas sekitar US$20,5 miliar pada tahun 2027," terang Buku Nota Keuangan tersebut, dikutip Selasa (18/8/2026).
Untuk mendukung itu, pemerintah menyiapkan berbagai strategi kebijakan, pada tahun 2027 Pemerintah memberikan dukungan fiskal untuk ketahanan energi, yang meliputi insentif perpajakan terkait ketahanan energi, pembangunan infrastruktur energi, pengembangan energi baru dan terbarukan, serta penyediaan subsidi energi dan kompensasi.
"Pemberian insentif perpajakan untuk ketahanan energi antara lain ditujukan untuk mendukung kegiatan usaha pertambangan minyak bumi dan gas, serta kegiatan pengusahaan panas bumi,"
"Kebijakan ini diharapkan dapat merangsang penanaman modal, baik investasi dalam negeri maupun investasi hijau. Secara keseluruhan, kebijakan fiskal ini dirancang agar proses transisi energi serta kegiatan eksplorasi dapat berjalan secara optimal," tegas Buku Nota Keuangan RAPBN 2027.
(pgr/pgr)