Internasional

Petaka Timpa Korea Selatan, Mulai Makan Korban Jiwa

tfa, CNBC Indonesia
Selasa, 18/08/2026 14:30 WIB
Foto: via REUTERS/YONHAP NEWS AGENCY

Jakarta, CNBC Indonesia - Hujan ekstrem mengguyur wilayah selatan Korea Selatan dengan curah hampir 1 meter sejak Sabtu (16/8/2026). Kondisi tersebut memicu tanah longsor di Kota Geoje, Provinsi Gyeongsang Selatan, yang menewaskan satu orang dan melukai empat lainnya.

Kementerian Dalam Negeri dan Keselamatan Korea Selatan menyebut curah hujan di Geoje mencapai sekitar 800 milimeter selama akhir pekan. Hingga Senin pukul 18.00 waktu setempat, total akumulasi hujan bahkan mencapai 912 milimeter.

Sementara itu, tanah longsor dilaporkan menghantam sebuah gedung apartemen di Geoje. Polisi dan petugas pemadam kebakaran mengevakuasi tiga penghuni, tetapi salah satunya ditemukan dalam kondisi henti jantung dan kemudian dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit, menurut laporan Yonhap.


Dua orang lainnya terluka di Geoje, sementara dua korban lain mengalami luka di kota-kota sekitar. Yonhap melaporkan Geoje mencatat curah hujan 805,7 milimeter sejak Sabtu hingga Senin pukul 08.00, sedangkan Kota Tongyeong mencapai 671,9 millimeter.

Hujan deras juga memaksa sekitar 390 warga mengungsi dan menyebabkan pemadaman listrik yang berdampak pada sekitar 3.580 rumah. Sebanyak 12 sekolah dan taman kanak-kanak turut dilaporkan terendam banjir.

Pejabat cuaca yang dikutip Korea Herald mengatakan Provinsi Gyeongsang Selatan menerima curah hujan setara total curah hujan sepanjang musim panas hanya dalam dua hari. Geoje dan Tongyeong juga mencatat rekor curah hujan harian tertinggi.

Perdana Menteri Han Seong-sook menginstruksikan polisi, petugas pemadam kebakaran, dan otoritas terkait mengerahkan seluruh kemampuan untuk mengevakuasi warga yang terjebak serta masyarakat yang berada di wilayah berisiko. Petugas juga menerima puluhan panggilan terkait kerusakan dan kecelakaan akibat hujan ekstrem.

Hujan monsun turut memicu banjir di Filipina, dengan sedikitnya 23 orang tewas dan sekitar 5 juta warga terdampak. Hampir 25.000 orang masih berada di tempat pengungsian, sementara di Kota Baguio, sedikitnya 10 orang termasuk anak-anak tewas setelah rumah mereka tertimbun longsor pada 9 Agustus.

 


(luc/luc)
Saksikan video di bawah ini:

Menko PMK-Kepala BNPB Peringati HUT ke-81 RI di Lokasi Gempa NTT