Pimpin Upacara HUT Ke-81 RI, Bos Freeport Kenang Korban Longsor
Mimika, CNBC Indonesia - Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI) Tony Wenas menjadi Inspektur Upacara yang diselenggarakan perusahaan di Tembagapura, Mimika, Papua Tengah. Salah satu yang disebutkan Tony dalam sambutannya adalah penghormatan khusus bagi para karyawan yang gugur dalam insiden operasional maupun keamanan.
Upacara yang diselenggarakan di ketinggian sekitar 2.000 meter di atas laut (mdpl) tersebut menjadi momentum bagi perusahaan untuk mempertegas komitmen terhadap budaya keselamatan kerja yang menjadi hal terpenting dalam mendasari seluruh aktivitas tambang di Papua.
Dalam amanatnya, Tony mengajak seluruh keluarga besar perusahaan salah satunya untuk mengenang jasa sembilan pekerja yang berpulang akibat insiden luncuran material basah pada September 2025 serta gangguan keamanan pada awal tahun 2026.
"Jasa dan dedikasi serta pengabdian mereka akan senantiasa menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan dan sejarah perusahaan kita ini. Doa kita panjatkan agar mereka memperoleh tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan kekuatan," jelas Tony dalam sambutan upacara, di Lapangan Sporthall Tembagapura, Senin (17/8/2026).
Insiden material basah di tambang bawah tanah Grasberg Block Caving (GBC) pada 8 September 2025 lalu dinilai menjadi salah satu ujian terberat perusahaan. Tony menekankan bahwa nyawa manusia jauh lebih berharga dibandingkan dengan operasional perusahaan, sehingga penguatan standar keselamatan atau safety menjadi prinsip yang tidak dapat ditawar.
"Peristiwa ini kembali mengingatkan kita akan sebuah prinsip yang tidak dapat ditawar yaitu tidak ada yang lebih berharga daripada keselamatan jiwa rekan kerja kita. Setiap target produksi, setiap pencapaian, dan setiap keberhasilan operasional hanya memiliki makna apabila seluruh insan yang menjalankannya dapat kembali ke rumah dengan selamat," imbuhnya.
Tidak lupa, Tony mengingatkan bahwa perusahaan juga pernah menghadapi tantangan keamanan berupa penembakan pada kuartal I-2026 yang merenggut nyawa dua karyawan. Perusahaan terus memperkuat sistem pengamanan di seluruh wilayah kerja dengan berkoordinasi erat bersama jajaran TNI dan Polri dalam menjamin stabilitas dan perlindungan bagi seluruh pekerja.
"Safety bukan hanya sekadar prosedur melainkan nilai yang harus hidup dalam setiap keputusan, setiap tindakan, dan setiap cara kita bekerja. Safety dimulai dari diri kita dan sejak kita memulai hari," tambahnya.
Saat ini perusahaan juga mendorong pemulihan untuk menormalkan kembali aktivitas penambangan. Manajemen memproyeksikan kapasitas produksi dapat kembali menyentuh level 65% pada akhir semester II tahun ini dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan yang ketat.
"Walaupun diterpa oleh cobaan tantangan yang kita hadapi ada penembakan, ada longsoran material basah tapi kita tetap bersatu untuk bangkit. Dalam arti kata bangkit bukan hanya kami sendiri tapi kita bangkit bersama-sama," tandasnya.
Catatan FCX
Freeport McMoRan (FCX) mencatat bahwa PTFI sendiri telah menyelesaikan seluruh tahap remediasi dan restorasi yang diperlukan untuk memulai kembali aktivitas di Blok Produksi 2 dan 3 sejak akhir Maret 2026. Saat ini, tim di lapangan tengah mempercepat pemutakhiran sistem penanganan material pada level pengangkutan agar distribusi bijih tembaga dan emas berjalan sesuai jadwal.
"Setelah insiden luapan lumpur eksternal pada September 2025, PTFI telah memajukan serangkaian aktivitas untuk menangani insiden tersebut dan tetap fokus pada peningkatan kapasitas operasional yang aman dan berkelanjutan menuju kapasitas penuh," tulis laporan FCX Semester I-2026.
Dengan begitu, perusahaan berkomitmen memperkuat mitigasi risiko melalui penggunaan teknologi dan sistem drainase yang lebih canggih untuk menjamin keberlanjutan produksi nasional.
Sebelumnya, President and Chief Executive Officer FCX Kathleen Quirk membeberkan progres pemulihan tambang bawah tanah tersebut dalam laporan capaian tengah tahun perusahaan. Ia memastikan perusahaan terus melakukan percepatan operasional secara bertahap untuk mengembalikan tingkat produksi sesuai dengan rencana kerja tahunan.
"Tim Freeport mencapai hasil yang kuat pada kuartal kedua, didukung oleh pelaksanaan rencana operasi kami yang solid dan harga yang menguntungkan bagi produk kami. Kami mencatat kemajuan yang stabil dalam peningkatan operasional di Grasberg," ujarnya dalam Laporan FCX Semester I-2026.
Perusahaan mencatat, produksi emas PTFI pada enam bulan pertama tahun 2026 tercatat sebesar 276.000 ons, angka itu mengalami penurunan dibandingkan periode Semester I-2025 yang mencapai 595.000 ons.
Sementara itu, produksi tembaga berada di angka 300 juta pon, menyusut dari realisasi tahun sebelumnya yang sebesar 655 juta pon.
(hsy/hsy) [Gambas:Video CNBC]