Mulai Renggang, Trump Tak Mau Sering-Sering Bertemu Korea Selatan

Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
Senin, 17/08/2026 14:45 WIB
Foto: Presiden AS Donald Trump (REUTERS/Kylie Cooper)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menginstruksikan Kementerian Pertahanan (Pentagon) untuk mengurangi cakupan latihan militer gabungan antara AS dan Korea Selatan secara signifikan. Trump menilai latihan tahunan tersebut tidak hanya menghabiskan anggaran besar, tetapi juga mengirimkan sinyal yang bermusuhan kepada Korea Utara.

Melansir Korea JoongAng Daily, pernyataan tersebut disampaikan Trump melalui akun Truth Social miliknya menjelang dilaksanakannya latihan tahunan Ulchi Freedom Shield pekan ini, sebuah agenda rutin yang kerap mendapat kecaman keras dari Pyongyang karena dianggap sebagai simulasi perang.

"Berdasarkan hubungan saya yang sangat baik dengan Kim Jong Un dari Korea Utara, saya tidak senang dengan fakta bahwa Amerika Serikat telah lama menyetujui partisipasi dalam Latihan Militer Gabungan bersama Korea Selatan," tulis Trump.


Trump menyoroti beban finansial yang menurutnya sebagian besar ditanggung oleh AS. Selain masalah anggaran, ia juga menilai latihan tersebut kurang tepat dalam menjaga dinamika hubungan diplomatik yang telah dibangun.

"Latihan-latihan ini tidak hanya memakan biaya besar, yang sebagian besar ditanggung oleh Amerika Serikat, tetapi juga mengirimkan sinyal yang sama sekali tidak pantas dan bermusuhan kepada sebuah negara yang, selama masa kepresidenan Donald J. Trump, tidak menunjukkan ancaman dan justru bersikap penuh hormat," tambahnya.

Meski menilai agenda tersebut sudah terlambat untuk dibatalkan secara keseluruhan, Trump mengonfirmasi telah memberi arahan langsung kepada pejabat terkait.

"Mengingat sudah terlambat untuk membatalkannya, saya telah menginstruksikan Menteri Pertahanan Pete Hegseth untuk mengurangi secara signifikan cakupan Latihan Militer Gabungan tersebut!" ungkapnya.

Selain membahas agenda militer di Semenanjung Korea, Trump juga membeberkan bahwa dirinya sempat berkomunikasi dengan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung mengenai penanganan isu nuklir Iran.

Trump mengklaim telah menanyakan kesediaan Seoul untuk bergabung dalam upaya denuklirisasi Iran, namun tawaran tersebut ditolak oleh pihak Korea Selatan.


(hsy/hsy)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Trump Klaim AS Kuasai Selat Hormuz