Prabowo Sudah Renovasi 83.907 Rumah Tak Layak Huni, Targetnya Segini
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan akan terus berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, di mana salah satunya yakni merenovasi rumah masyarakat yang dinilai belum layak huni.
Prabowo mengatakan hingga 30 Juni 2026, baru 83.907 rumah tidak layak huni (RTLH) yang sudah dilakukan renovasi. Artinya, program ini masih jauh dari target yang ditetapkan yakni mencapai 400.000 rumah.
"Rumah bukan sekedar bangunan, tapi tempat keluarga berlindung belajar dan bertumbuh. Sampai 30 juni 2026, pemerintah telah salurkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), bantuan renovasi rumah bagi 83.907 rumah, ini masih jauh dari sasaran kita kita harus kerja keras untuk tambah jumlahnya," kata Prabowo.
Dirinya pun mencontohkan ada masyarakat yang sebelumnya tinggal di rumah yang tidak layak huni, namun dengan adanya BSPS, kini bisa tinggal dengan nyaman di rumah baru yang telah direnovasi oleh pemerintah.
"Seperti Ibu Rema yang hadir di sini, dulu rumahnya rapuh, dinding, lantai, atap rusak, tapi melaui BSPS, keluarganya bisa tinggal nyaman," terang Prabowo.
Pihaknya juga akan terus mencari langkah agar target BSPS bisa tercapai tahun ini dan masyarakat bisa tinggal di rumah yang lebih layak.
"Kita perbaiki terus, kita sekarang cari langkah-langkah untuk perbaiki rumah," ujar Prabowo.
(emy/wur)