Korut Ngamuk, AS dan Korsel Latihan Militer Besar-besaran
Jakarta, CNBCÂ Indonesia - Korea Utara (Korut) murka ke Korea Selatan (Korsel) dan Amerika Serikat (AS), pada Jumat (14/8/2026). Negeri Kim Jong Un itu mengecam latihan militer besar-besaran kedua negara yang akan digelar pekan depan.
Mengutip Reuters, yang melansir KCNA, Pyongyang menilai latihan tersebut lebih provokatif dibandingkan latihan tahun lalu. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Korut mengatakan kerja sama militer tersebut berkembang menjadi sebuah aliansi nuklir.
Korut pun memperingatkan bahwa pihaknya akan merespons apa yang disebutnya sebagai "tingkat ancaman baru". Korut akan menjawab musuhnya dengan "peningkatan kemampuan penangkal militer ke level baru".
Perlu diketahui AS dan Korsel dijadwalkan menggelar latihan militer gabungan tahunan Ulchi Freedom Shield (UFS) pada 17-27 Agustus. Latihan tahun ini mencakup simulasi untuk menghadapi ancaman drone, gangguan GPS, serta serangan siber, seiring dengan berkembangnya kemampuan militer Korut.
Pyongyang secara rutin mengecam latihan militer gabungan AS-Korsel. Negeri itu menyebutnya sebagai tindakan provokatif yang meningkatkan ketegangan di Semenanjung Korea.
Perang Nuklir
Dalam kesempatan yang sama Korut juga mengatakan akan semakin memperkuat nuklirnya. Menurut Pyongyang, ini penting di tengah AS yang menerapkan strategi nuklir baru.
"AS menurunkan ambang batas penggunaan senjata nuklir dan berpotensi mendorong keamanan global ke ambang perang nuklir," kata Korut.