Prabowo Janji DP 0 dan Bunga Rendah Motor Listrik, Bakal Diserbu Ojol?
Jakarta, CNBC Indonesia - Rencana pemerintah untuk memberikan kemudahan pembiayaan untuk pembelian motor listrik berpotensi membuka pasar baru, terutama bagi masyarakat yang menggunakan kendaraan roda dua sebagai alat mencari nafkah. Salah satu skema yang mencuat adalah uang muka atau down payment (DP) yang dapat ditekan hingga nol.
Ketua Umum Asosiasi Motor Listrik Indonesia (Aismoli) Budi Setiyadi menilai skema DP nol dan bunga rendah dapat menjadi insentif yang menarik bagi konsumen. Pengemudi ojek online menjadi salah satu kelompok yang dinilai berpotensi merasakan manfaat paling besar.
"Ya tadi kan beliau menyampaikan ya saya juga mencatat DP-nya nol, kemudian bunganya kecil. Saya kira bagus karena memang sesuai dengan amanat Perpres kan memang insentif itu diberikan untuk industri dan juga untuk penggunaannya," kata Budi kepada CNBC Indonesia, Jumat (14/8/2026).
Ketika uang muka ditekan, hambatan untuk memiliki kendaraan baru ikut berkurang. Beban pembelian juga dapat dialihkan menjadi cicilan yang dibayarkan seiring dengan pemakaian kendaraan untuk bekerja.
Skema pembiayaan tersebut tetap membutuhkan kesiapan lembaga pembiayaan dan kebijakan teknis dari pemerintah. Mekanisme penyaluran kredit, tingkat bunga, tenor, serta persyaratan bagi konsumen akan menentukan apakah program tersebut benar-benar dapat menjangkau masyarakat luas.
"Jadi kalau memang DP-nya nol pasti banyak peminatnya tuh, mungkin terutama untuk para pengemudi ojek untuk ride-hailing gitu kan. Apalagi mungkin nanti bunganya kecil gitu kan," ujar Budi.
Potensi peningkatan permintaan memang terbuka, tetapi lonjakan penjualan tidak serta-merta terjadi hanya karena satu kebijakan. Industri masih membutuhkan waktu untuk menerjemahkan arahan pemerintah menjadi skema pembiayaan yang benar-benar tersedia di pasar.
Budi juga melihat kebijakan tersebut akan membutuhkan koordinasi lintas kementerian dan sektor pembiayaan. Kecepatan penerapan menjadi salah satu faktor yang akan menentukan seberapa cepat dampaknya terasa terhadap penjualan motor listrik.
"Yang jelas pasti akan naik lah cuma kan kita butuh proses. Apa yang disampaikan Pak Presiden ini kan mungkin pesannya harus terjabarkan lebih lanjut kemudian dengan kebijakan Menteri Keuangan, kemudian dari financing dan sebagainya. Mudah-mudahan nggak terlalu lama gitu kan, jadi bisa terlaksana," kata Budi.
Sebumnya Presiden Prabowo Subianto mengumumkan BPI Danantara akan memberikan banyak insentif pembelian untuk motor listrik. Salah satu insentif yang akan diberikan adalah beli motor listrik secara kredit bisa tanpa uang muka alias DP (down payment) 0%.
Tidak hanya DP, Presiden menuturkan Danantara juga akan membantu mengurangi bunga cicilan bagi pembelian motor listrik. Menurut Prabowo, insentif ini memang tidak terlalu disukai oleh Menteri Keuangan. Tetapi, dia yakin pada akhirnya, Menteri Keuangan akan suka.
"Tadi kita bicarakan menteri keuangan tidak akan terlalu suka tapi ini ujungnya you akan suka. Kita akan turunkan, apa itu? Bunga cicilan kita turunkan," ujarnya.