Pidato di MPR, Prabowo Beberkan BPK Selamatkan Uang Negara Rp112 T
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menjaga agar setiap rupiah uang rakyat digunakan dengan benar dan tepat.
Sepanjang 2025, kata Prabowo, rekomendasi hasil pemeriksaan BPK menghasilkan penyelamatan keuangan negara sebesar Rp 112 triliun. Prestasi ini pun mengantarkan BPK meraih kepercayaan dari ranah global.
"Kepercayaan dunia kepada auditor Indonesia juga meningkat. BPK terpilih menjadi Ketua International Organization of Supreme Audit Institutions, INTOSAI periode 2028-2031, dan anggota United Nations Board of Auditors periode 2026-2032," ujarnya dalam Pidato Kenegaraan di Sidang Tahunan MPR RI, Jumat (14/8/2026).
Selain itu, Prabowo juga melaporkan Komisi Yudisial pada Januari sampai Juni 2026 menerima 1.402 laporan masyarakat dan 622 permohonan pemantauan persidangan. Komisi Yudisial mengusulkan sanksi kepada 121 hakim yang terbukti melanggar kode etik, termasuk 14 sanksi sedang dan 17 sanksi berat.
"Kita menjaga kemandirian hakim. Kita tingkatkan taraf hidup hakim. Tetapi kemandirian tidak berarti tanpa akuntabilitas hakim," katanya.
Terkait dengan hal ini, menurut Prabowo, Pemerintah telah berhasil menaikkan renumerasi hakim. Untuk hakim-hakim yang paling yunior, penghasilan mereka telah naik 280%.
Dia pun bangga sekarang penghasilan hakim kita berada di atas rata-rata ASEAN.
"Penghasilan Ketua Mahkamah Agung kita lebih tinggi dari penghasilan Ketua Mahkamah Agung Singapura," ujarnya.
(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]