Foto Internasional

81 Tahun Hilang, Bangkai Kapal PD II Mendadak Muncul ke Permukaan

Reuters, CNBC Indonesia
Jumat, 14/08/2026 05:30 WIB

Bangkai kapal tunda uap 'Slovenac' yang tenggelam setelah menabrak ranjau pada 1945 kembali terlihat di Sungai Sava, Serbia, akibat kemarau.

1/7 Bangkai kapal tunda Slovenac—yang tenggelam setelah menabrak ranjau pada tahun 1945—di Sungai Sava terlihat saat permukaan air turun akibat cuaca panas berkepanjangan dan kondisi kering, di dekat Sremska Mitrovica, Serbia, 12 Agustus 2026. (REUTERS/Marko Djurica)

Bangkai kapal tunda uap Slovenac yang tenggelam setelah menabrak ranjau pada tahun 1945 terlihat saat permukaan air turun akibat cuaca panas berkepanjangan dan kondisi kering, di dekat Sremska Mitrovica, Serbia, Rabu (12/8/2026). (REUTERS/Marko Djurica)

2/7 Bangkai kapal tunda Slovenac—yang tenggelam setelah menabrak ranjau pada tahun 1945—di Sungai Sava terlihat saat permukaan air turun akibat cuaca panas berkepanjangan dan kondisi kering, di dekat Sremska Mitrovica, Serbia, 12 Agustus 2026. (REUTERS/Marko Djurica)

Bangkai kapal tunda uap yang dibangun lebih dari 100 tahun lalu di masa Kekaisaran Austro-Hungaria itu muncul ke permukaan Sungai Sava di Serbia akibat kekeringan berkepanjangan yang menyebabkan ketinggian air turun ke rekor terendah. (REUTERS/Marko Djurica)

3/7 Bangkai kapal tunda Slovenac—yang tenggelam setelah menabrak ranjau pada tahun 1945—di Sungai Sava terlihat saat permukaan air turun akibat cuaca panas berkepanjangan dan kondisi kering, di dekat Sremska Mitrovica, Serbia, 12 Agustus 2026. (REUTERS/Marko Djurica)

Warga setempat terlihat mengunjungi bangkai kapal tersebut dan menggelar piknik—bahkan berjalan di sekitarnya saat permukaan air sedang surut. (REUTERS/Marko Djurica)

4/7 Bangkai kapal tunda Slovenac—yang tenggelam setelah menabrak ranjau pada tahun 1945—di Sungai Sava terlihat saat permukaan air turun akibat cuaca panas berkepanjangan dan kondisi kering, di dekat Sremska Mitrovica, Serbia, 12 Agustus 2026. (REUTERS/Marko Djurica)

Kapal tunda bertenaga uap ini dibangun pada tahun 1913 di Budapest dengan nama 'Vag'. Kapal bernasib nahas yang kemudian berganti nama menjadi 'Slovenac' ini memiliki sejarah dramatis, yakni sempat tenggelam tiga kali selama Perang Dunia II. Setelah sempat dikuasai dan digunakan oleh Nazi Jerman, kapal itu tenggelam pada tahun 1944, jelas profesor sejarah Aleksandar Zivoti. (REUTERS/Marko Djurica)

5/7 Bangkai kapal tunda Slovenac—yang tenggelam setelah menabrak ranjau pada tahun 1945—di Sungai Sava terlihat saat permukaan air turun akibat cuaca panas berkepanjangan dan kondisi kering, di dekat Sremska Mitrovica, Serbia, 12 Agustus 2026. (REUTERS/Marko Djurica)

Kapal itu sempat diangkat kembali oleh pihak lawan dari Yugoslavia, namun tak lama kemudian tenggelam lagi. Kapal tersebut kembali diangkat dari sungai dan digunakan oleh pasukan Yugoslavia hingga minggu-minggu terakhir perang, saat kapal itu menabrak ranjau dan tenggelam untuk terakhir kalinya.  (REUTERS/Marko Djurica)

6/7 Bangkai kapal tunda Slovenac—yang tenggelam setelah menabrak ranjau pada tahun 1945—di Sungai Sava terlihat saat permukaan air turun akibat cuaca panas berkepanjangan dan kondisi kering, di dekat Sremska Mitrovica, Serbia, 12 Agustus 2026. (REUTERS/Marko Djurica)

Zivoti mengatakan bahwa meskipun bagian-bagian kapal sering kali terlihat saat permukaan air surut, kekeringan ekstrem tahun ini telah menyingkap lebih banyak bagian bangkai kapal dibandingkan sebelumnya, termasuk bagian interior kapal. (REUTERS/Marko Djurica)

7/7 Bangkai kapal tunda Slovenac—yang tenggelam setelah menabrak ranjau pada tahun 1945—di Sungai Sava terlihat saat permukaan air turun akibat cuaca panas berkepanjangan dan kondisi kering, di dekat Sremska Mitrovica, Serbia, 12 Agustus 2026. (REUTERS/Marko Djurica)

Musim panas yang sangat panas dan kering telah menyebabkan sebagian besar wilayah Eropa Tengah mengalami kekeringan yang memecahkan rekor. Ketinggian air sungai turun drastis hingga ke titik terendah, menyingkap bangkai kapal, reruntuhan, bahkan bom yang belum meledak. (REUTERS/Marko Djurica)