Ekspor RI ke AS Diam-Diam Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2026
Jakarta, CNBC Indonesia - Chief Economist PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) Leo Putera Rinaldy mengatakan beberapa barang produksi Indonesia yang di ekspor ke Amerika Serikat seperti tekstil alas kaki, produk kayu, dan furniture turut berkontribusi menopang pertumbuhan ekonomi tanah air.
"Kuartal II-2026, volume ekspor justru meningkat dan adanya peningkatan produksi untuk subsektor tekstil, alas kaki, produk kayu, dan furniture," kata Leo dalam Power Lunch CNBC Indonesia, Kamis (13/8/2026).
Peningkatan produksi barang-barang tersebut, menurutnya disebabkan adanya peningkatan permintaan pasar AS.
"Jadi kita melihat peningkatan produksinya untuk kebutuhan ekspor, terlihat bahwa ekspor tekstil, alas kaki, dan furniture dalam konteks volume tahunan pada kuartal II-2026 itu positif, ekspor-ekspor ini sekarang lebih besar ke AS," terang Leo.
Leo menjelaskan, ekspor ini membuat sektor tersebut menjadi penopang pertumbuhan ekonomi dari ekspor, yakni adanya peningkatan permintaan dan potensi front load expor.
"Saya melihatnya ada dua kombinasi, yang pertama adalah kalau kita lihat data ekonomi di AS pada kuartal II-2026 secara tahunan, memang demandnya naik. Nah yang berikutnya ada potensi front load ekspor yang dilakukan perusahaan-perusahaan karena potensi penerapan tarif baru hasil investigasi USTR untuk yang section 301," ujar Leo.
Sebagaimana diketahui, ekspor merupakan bagian dari porsi terbesar penyumbang distribusi terbesar ke PDB Indonesia, setelah konsumsi rumah tangga dan investasi atau pembentukan modal tetap bruto.
Porsi ekspor terhadap PDB sebesar 23,13% pada kuartal II-2026 dengan pertumbuhan 4,13%. Sementara itu, konsumsi rumah tangga masih menjadi yang terbesar porsinya, mencapai 53,32% dengan pertumbuhan 5,06%, dan PMTB 29,36% dengan pertumbuhan 6,87%.
(arj/arj)