Cerita Prabowo Soal Sifat Pengusaha: Hampir Sama dengan Tentara

Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
Kamis, 13/08/2026 15:48 WIB
Foto: Presiden Prabowo Subianto saat acara peluncuran Motor Listrik Nasional (Molinas) di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat, Kamis (13/8/2026). (YouTube/Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto mengutarakan ada kemiripan antara pengusaha dan tentara. Hal itu diutarakan Prabowo saat menghadiri Peluncuran Motor Listrik Nasional di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat, Kamis (13/8/2026).



Dalam sambutannya, dia mengucapkan selamat kepada pengusaha nasional yang tergabung dalam Grup Indika yang menginisiasi produksi motor listrik. Ia mengapresiasi mereka lantaran telah mengambil suatu keberanian.

"Inisiatif itu keberanian, karena inisiatif mengandung risiko, segala yang kau keluarkan berapa tahun yang lalu bisa gagal. Ini pun hari ini ada risiko. Hari ini saya mengajak kalian Indonesia Incorporated, kita harus jadi satu. Yang kuat, yang menengah, yang agak menengah dan yang lemah harus bersatu," ujar Prabowo.

"Sampai hari ini saya katakan, sesungguhnya saudara Arsjad (Arsjad Rasjid), saudara Wisnu (Wisnu Wardhana) (grup) Indika, saudara masih risiko, saudara menghadapi saingan luar biasa dari negara-negara hebat. Jepang, Korea, China, and yet kalian masih berani, saudara-saudara sekalian," lanjutnya.

Mantan Menteri Pertahanan itu lantas bercerita pengabdiannya sebagai seorang tentara. Setelah itu, dia pensiun dan menjadi pengusaha.

"Makanya saya benar-benar memahami bahwa menjadi pengusaha, menjadi wiraswasta itu sifatnya itu sama hampir dengan tentara. Maka seorang entrepreneur, dia pakai kata-kata wiraswasta," kata Prabowo.

"Karena dia bertempur dan dia pakai ilmu perang juga. Ada intelnya juga, litbang itu intel, habis itu dia ada logistik, semuanya dihitung. Jadi mereka ini masih risiko, masih risiko, tapi ada keberanian," lanjutnya.

Lebih lanjut, Prabowo mengatakan, program ini membawa kepentingan nasional. Tujuannya agar tidak ada ketergantungan energi kepada negara lain.

"Kita terlalu besar untuk menggantungkan diri kepada pihak luar, terlalu besar. Ada perang di tempat yang jauh rakyat kita bisa korban, kita tidak ada kepentingan. Ada pertikaian di mana, ada perang dagang di mana, kita kena, kita selalu dihantui," ujar Prabowo.

"Tidak bisa. Ternyata kalau belajar dengan benar tidak usah terlalu kita mengerti, Indonesia memiliki kekuatan luar biasa, Indonesia memiliki sumber alam luar biasa, tinggal kita bisa atau tidak menjaga dan mengelolanya," lanjutnya.



(miq/miq)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Vinfast Gaspol di RI, Tiga E-Motorcycle Resmi Meluncur!